RADARTASIK.ID – FC Barcelona harus mengubur mimpi melangkah lebih jauh di Liga Champions musim ini meski meraih kemenangan 2-1 atas Atlético Madrid pada leg kedua perempat final.
Hasil tersebut tidak cukup untuk membalikkan keadaan setelah kekalahan 0-2 di leg pertama, sehingga tim asuhan Diego Simeone berhak melaju ke semifinal.
Dalam pertandingan yang berlangsung sengit, gol dari Lamine Yamal dan Ferran Torres sempat memberi harapan bagi Barcelona.
Baca Juga:Media Italia: Inter Bidik Pemain Buangan Dortmund dan ArsenalJurnalis Italia: Inter Memenangkan Scudetto Meski Tak Punya Penjaga Gawang
Namun, gol penentu dari mantan penyerang Atalanta, Ademola Lookman, memastikan langkah Atletico tetap aman.
Sorotan utama pascalaga justru mengarah kepada performa Yamal. Wonderkid Barcelona itu bermain penuh hingga peluit akhir, tetapi dinilai tidak tampil maksimal.
Mantan pemain sekaligus analis sepak bola, Zvonimir Boban, menilai sang pemain terlihat kelelahan di momen krusial.
“Saya melihat dia lelah dan kurang siap. Di usianya yang masih sangat muda, seharusnya itu tidak terjadi,” ujar Boban dalam analisisnya.
Legenda AC Milan ini juga melihat Barcelona kesulitan menciptakan peluang di babak kedua ketika kontribusi Yamal menurun.
Menurut Boban, performa Barcelona di babak pertama sebenarnya nyaris sempurna. Intensitas serangan mereka begitu tinggi hingga disebut “hampir tidak manusiawi”.
Namun, ritme tersebut tidak mampu dipertahankan setelah turun minum. Sebaliknya, Atletico justru tampil semakin solid dan berkembang seiring waktu.
Menariknya, Barcelona justru menunjukkan reaksi setelah bermain dengan 10 orang.
Baca Juga:Drogba Tak Mau Terjun ke Politik Meski Sukses Hentikan Perang Saudara di Pantai GadingDe Rossi Masuk dalam Daftar 3 Pelatih Calon Pengganti Gasperini di AS Roma
Kartu merah yang diterima Eric Garcia di menit-menit akhir membuat mereka bermain lebih agresif dan mampu menciptakan beberapa peluang tambahan—sesuatu yang justru jarang terlihat di awal babak kedua.
Laga ini juga diwarnai sejumlah kontroversi wasit yang memicu perdebatan.
Salah satu momen paling krusial adalah kartu merah Eric Garcia yang sempat diawali keputusan kartu kuning oleh wasit Clément Turpin.
Setelah tinjauan VAR, keputusan diubah menjadi kartu merah langsung, membuat Barcelona harus menyelesaikan laga dengan sepuluh pemain.
Kontroversi lain terjadi di babak pertama ketika kiper Atletico, Juan Musso, secara tidak sengaja mengenai wajah Fermin Lopez di dalam kotak penalti.
