Jurnalis Italia Peringatkan Amorim: AC Milan Bukan Tempat yang Ramah

Ruben Amorim
Ruben Amorim  Foto: Tangkapan layar Instagram@rubenamorimu 
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Era baru AC Milan bersama Ruben Amorim resmi dimulai.

Setelah melalui proses pencarian panjang dan penuh spekulasi, Rossoneri akhirnya menunjuk pelatih asal Portugal itu sebagai suksesor Massimiliano Allegri di San Siro.

Namun, euforia penunjukan Amorim ternyata tak sepenuhnya disambut dengan optimisme di Italia.

Baca Juga:Kata Pertama Ruben Amorim Usai Resmi Jadi Pelatih AC Milan: Saya Tahu Persis Apa Arti Klub Ini Capello Bantah Pernah Tampar Cassano: Itu Cuma Tepukan Kecil di Kepala

Sejumlah pengamat menilai mantan pelatih Sporting CP dan Manchester United itu akan menghadapi tantangan besar karena Milan saat ini dinilai bukan lingkungan yang mudah bagi pelatih mana pun.

Salah satu suara yang paling menonjol datang dari jurnalis senior La Gazzetta dello Sport, Arianna Ravelli.

Dalam artikelnya, Ravelli mengingatkan bahwa Amorim datang ke Milan dalam situasi yang jauh dari ideal.

“Tak seorang pun bisa memastikan apakah ini keputusan yang tepat. Yang pasti, Ruben Amorim bukanlah solusi, melainkan bagian pertama dari solusi,” tulis Ravelli.

Menurutnya, penunjukan Amorim sebenarnya tidak sepenuhnya mengikuti rencana awal manajemen Milan.

Sebab, Rossoneri sebelumnya berencana menunjuk direktur teknik terlebih dahulu sebelum memilih pelatih kepala.

“Jika mengikuti logika, piramida biasanya dibangun dari bawah. Awalnya Milan ingin memulai dari direktur teknik yang kemudian bersama pemilik klub menentukan pelatih,” lanjutnya.

Pernyataan itu menggambarkan bahwa restrukturisasi Milan belum sepenuhnya selesai.

Baca Juga:Marc Cucurella Kloter Pertama Los Galacticos Jilid 2 Real Madrid: Khedira dan Pepe Calon Staf Pelatih Demi Napoli, Allegri Rela Kehilangan Uang Pesangon Rp100 Miliar dari AC Milan

Dengan kata lain, Amorim masuk ke klub yang masih mencari bentuk ideal untuk proyek jangka panjangnya.

Situasi ini membuat pelatih berusia 41 tahun itu menghadapi tekanan besar sejak hari pertama.

Ravelli juga menyoroti fakta bahwa Amorim merupakan pelatih asal Portugal ketiga yang ditunjuk Milan dalam rentang dua tahun terakhir.

Sebelumnya, Rossoneri telah berganti pelatih dari Paulo Fonseca hingga Sergio Conceicao, tetapi hasilnya belum sesuai harapan.

“Amorim adalah pelatih ketiga dalam dua tahun terakhir. Milan tampaknya bukan klub yang percaya takhayul jika melihat bagaimana nasib Fonseca dan Conceicao,” tulis Ravelli dengan nada satir.

Ia menilai lingkungan di Milan saat ini tidak sepenuhnya ramah bagi pelatih baru.

Skeptisisme dari publik dan media sudah muncul bahkan sebelum Amorim memimpin pertandingan pertamanya.

0 Komentar