“Ia tidak datang ke lingkungan yang bersikap positif (atau menerima dengan baik),” ungkapnya.
Menariknya, Ravelli mengungkapkan satu hal yang mungkin justru menjadi keuntungan bagi Amorim: ia tidak aktif di media sosial.
“Amorim tidak memiliki media sosial, tidak menyukainya, dan tidak menggunakannya. Mungkin itu lebih baik, karena ia datang ke lingkungan yang tidak sepenuhnya menyambutnya dengan tangan terbuka,” ujarnya.
Baca Juga:Kata Pertama Ruben Amorim Usai Resmi Jadi Pelatih AC Milan: Saya Tahu Persis Apa Arti Klub Ini Capello Bantah Pernah Tampar Cassano: Itu Cuma Tepukan Kecil di Kepala
Di era sepak bola modern, media sosial sering menjadi ruang kritik yang keras terhadap pelatih dan pemain.
Ketidakhadiran Amorim di platform digital bisa menjadi cara untuk menghindari tekanan tambahan dari luar lapangan.
Meski banyak keraguan, Ravelli mengakui bahwa Amorim sebenarnya adalah sosok yang sejak lama dicari pemilik Milan, Gerry Cardinale.
Seperti diberitakan sebelumnya, Cardinale secara terbuka mengaku telah memantau perkembangan Amorim selama bertahun-tahun.
Ia melihat pelatih Portugal itu sebagai representasi sepak bola modern yang ingin dibangun RedBird Capital di Milan.
Amorim memang memiliki reputasi mentereng selama menangani Sporting CP.
Ia sukses mengakhiri penantian panjang klub Lisbon untuk meraih gelar Liga Portugal dan dikenal sebagai pelatih yang piawai mengembangkan pemain muda.
Filosofi permainannya menekankan sepak bola ofensif, pressing intens, serta penguasaan taktik yang fleksibel.
Baca Juga:Marc Cucurella Kloter Pertama Los Galacticos Jilid 2 Real Madrid: Khedira dan Pepe Calon Staf Pelatih Demi Napoli, Allegri Rela Kehilangan Uang Pesangon Rp100 Miliar dari AC Milan
Gaya ini sejalan dengan visi manajemen Milan yang ingin menghadirkan tim atraktif sekaligus kompetitif.
“Amorim mewakili profil yang dicari Gerry Cardinale: pelatih muda, modern, memiliki identitas permainan kuat dan reputasi yang dibangun dari kemampuan mengembangkan pemain serta menciptakan antusiasme dalam sebuah proyek,” tulis Ravelli.
“Dari sudut pandang itu, pilihan ini sangat konsisten,” tambahnya.
Dalam pernyataan perdananya setelah resmi ditunjuk, Amorim mengaku melatih AC Milan merupakan salah satu ambisi terbesar dalam kariernya.
“Ada ambisi yang menemani Anda sepanjang karier, dan bagi saya melatih Milan selalu menjadi salah satunya,” kata Amorim.
Namun, mewujudkan ambisi itu jelas tidak mudah. Milan sedang berada dalam fase transisi setelah gagal memenuhi ekspektasi pada musim lalu.
Tekanan dari tifosi, media Italia, serta tingginya ekspektasi terhadap sejarah besar klub akan menjadi ujian sesungguhnya bagi sang pelatih.
