22 Tim Riset SMA Al Muttaqin Lolos Tahap Review OPSI Nasional 2026

SMA Al mutaqin
Kepala SMA Al Muttaqin, In In Kadarsolihin SS MPd, bersama para siswa yang lolos riview OPSI nasional. (IST)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – SMA Al Muttaqin Kota Tasikmalaya kembali menegaskan kiprahnya sebagai sekolah yang kuat dalam budaya riset. Tahun ini, sebanyak 22 tim penelitian yang terdiri dari 44 siswa berhasil lolos tahap review proposal dalam ajang Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) tingkat nasional 2026 yang diselenggarakan Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Capaian tersebut menjadi penanda semakin kokohnya ekosistem penelitian di lingkungan sekolah. Dari total judul yang lolos, sebanyak 10 penelitian berasal dari bidang Fisika Terapan dan Rekayasa (FTR), lima judul dari Ilmu Sosial Humaniora (ISH), serta tujuh judul dari Matematika, Sains, dan Teknologi (MST). Komposisi ini menunjukkan bahwa minat riset siswa berkembang merata di berbagai bidang ilmu.

Dominasi peserta dari kelas 10 turut menjadi catatan menarik. Sebanyak 14 tim berasal dari siswa kelas 10, sedangkan delapan tim lainnya dari kelas 11. Hal ini menunjukkan regenerasi peneliti muda di SMA Al Muttaqin berjalan baik, sekaligus memperkuat fondasi pembinaan riset jangka panjang di sekolah.

Baca Juga:Bupati "Pinjaman"Dua PAC PPP “Meninggal” Sebelum Waktunya!

Kepala SMA Al Muttaqin, In In Kadarsolihin SS MPd, mengatakan, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari proses pembinaan riset yang dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan.

Menurutnya, capaian ini bukan hanya soal jumlah tim yang lolos, tetapi juga mencerminkan tumbuhnya karakter ilmiah di kalangan siswa.

“Alhamdulillah, ini bukan sekadar capaian angka, tetapi bukti bahwa siswa kami telah tumbuh budaya riset, siswa yang peka, kritis, dan mampu memiliki kepekaan terhadap persoalan nyata di lingkungan sekitarnya,” ujar In In.

Ia menegaskan, lolosnya 44 siswa ke tahap nasional menjadi pintu masuk menuju proses penelitian yang lebih mendalam.

Pada tahap berikutnya, para peserta akan melanjutkan penelitian untuk menguji hipotesis, mencari solusi nyata atas persoalan yang diangkat, hingga menghasilkan produk inovatif berbasis riset.

Ia menjelaskan, sebagian besar penelitian yang diajukan siswa mengangkat tema-tema aplikatif yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Pada bidang Fisika Terapan dan Rekayasa, misalnya, banyak penelitian berfokus pada sistem monitoring cerdas, robotika, dan teknologi lingkungan.

Sementara di bidang Matematika, Sains, dan Teknologi, siswa menyoroti isu biologi, kimia, serta kesehatan dengan pendekatan yang diarahkan pada penerapan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

0 Komentar