Adapun pada bidang Ilmu Sosial Humaniora, para siswa mengangkat tema psikologi pendidikan, bahasa, seni, dan budaya. Ragam tema tersebut menunjukkan kepedulian siswa terhadap pembangunan karakter, penguatan literasi, serta pelestarian identitas budaya di tengah arus globalisasi.
Keunikan penelitian siswa SMA Al Muttaqin juga terlihat dari pendekatan lintas disiplin yang digunakan. Sejumlah tim memadukan unsur teknologi dengan lingkungan, sains dengan kesehatan, hingga sosial dengan pendidikan, sehingga menghasilkan gagasan yang lebih komprehensif dan relevan dengan tantangan masa kini.
Pembina KIR SMA Al Muttaqin, Dede Ahmad Gumelar MPd, menilai keberhasilan ini lahir dari kolaborasi erat antara siswa, guru pembimbing, dan sistem pembinaan yang telah dibangun sekolah.
Baca Juga:Bupati "Pinjaman"Dua PAC PPP “Meninggal” Sebelum Waktunya!
“Ini adalah kerja kolaboratif antara siswa, guru, dan sistem pembinaan yang kami bangun. InsyaAllah, kami optimistis bisa melangkah lebih jauh hingga tahap final nasional,” tuturnya.
Dengan lolosnya 22 tim ke tahap review proposal nasional, SMA Al Muttaqin kini menatap tahapan berikutnya dengan optimisme tinggi. Sekolah berharap capaian ini tidak hanya menjadi prestasi kompetisi, tetapi juga melahirkan inovasi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat luas.
“Semoga ini menjadi energi kebaikan, bukan hanya untuk prestasi, tetapi juga untuk kebermanfaatan yang lebih luas,” ucapnya. (Fitriah Widayanti)
