Erajaya Catat Pertumbuhan Positif 4 Bulan Pertama 2026, SSSG April Terkoreksi Akibat High Base iPhone 16

Erajaya
Pertumbuhan SSSG ERAL selama empat bulan pertama tetap terjaga di 12,5 persen YoY.
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Erajaya Swasembada (ERAA) berhasil mencatat pertumbuhan penjualan yang solid pada empat bulan pertama 2026, meskipun mengalami kontraksi same store sales growth (SSSG) pada April.

Berdasarkan catatan Stockbit, data terbaru menunjukkan SSSG ERAA pada April 2026 turun 22,8 persen secara tahunan, dibandingkan lonjakan 29,6 persen pada Maret 2026.

Namun, secara kumulatif 4M26, pertumbuhan SSSG tetap positif di level 11,7 persen YoY.

Baca Juga:Laba Telkom Turun 22 Persen di Kuartal Pertama 2026, Apa Penyebab dan Prospeknya ke Depan?Rebalancing Indeks MSCI Efektif, Saham yang Terdepak Justru Melonjak! BREN dan CUAN ARA, Big Banks Tertekan

Sementara itu, anak usaha Sinar Eka Selaras (ERAL) juga mengalami tren serupa.

SSSG ERAL tercatat menurun 6,7 persen YoY pada April, setelah sebelumnya tumbuh 17,8 persen pada Maret.

Secara kumulatif, pertumbuhan SSSG ERAL selama empat bulan pertama tetap terjaga di 12,5 persen YoY.

Penurunan ini disebut sejalan dengan ekspektasi perusahaan, dipengaruhi efek high–base pada April 2025 akibat peluncuran iPhone 16 dan perlambatan belanja konsumen pasca-Ramadan.

Di sisi lain, konsolidasi jaringan toko Erajaya terus berjalan.

Pada April 2026, grup menambah 18 toko secara bersih, dengan Erajaya Digital membuka 17 unit baru dan ERAL menambah satu unit.

Dengan demikian, total toko grup Erajaya tercatat mencapai 2.422 unit per April 2026, memperkuat distribusi dan aksesibilitas produk di pasar.

Strategi korporasi juga diperkuat melalui rencana buyback saham.

ERAA berencana melakukan pembelian kembali saham dengan alokasi dana hingga Rp 100 miliar pada periode 2 Juni–2 September 2026.

Baca Juga:Permainan Tradisional Sunda Ini Ternyata Bisa Bikin Matematika Lebih Mudah Dipahami Siswa SD di TasikmalayaTaspen Salurkan Gaji Ketiga Belas Pensiunan ASN Mulai 2 Juni 2026, Tanpa Prosedur Ribet

Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan likuiditas saham sekaligus menambah nilai bagi pemegang saham jangka panjang.

Secara keseluruhan, meski menghadapi koreksi bulanan akibat faktor musiman dan high base, pertumbuhan SSSG YTD tetap mendukung proyeksi mid–to–high single–digit perseroan untuk tahun ini.

Dengan ekspansi jaringan dan rencana buyback yang strategis, Erajaya menegaskan posisi sebagai pemain utama di sektor distribusi elektronik di Indonesia. (*)

Sumber: Stockbit

0 Komentar