Selain itu, ia juga membantah bahwa kerugiannya mencapai Rp 600 juta.
Kepala Bidang Pasar Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perdagangan (DKUKMP) Kabupaten Ciamis, Erwin, membenarkan adanya video klarifikasi tersebut.
“Rekan-rekan pedagang pasar terdampak berkumpul kemarin (Minggu, 2/3/2025) untuk meminta Titin bicara jujur dan membuat klarifikasi. Sedangkan posisi DKUKMP Ciamis sebagai penengah,” katanya, Senin 3 Maret 2025.
Menurut Erwin, dari 15 kios yang terbakar, sebagian besar pedagang masih bisa bertahan dan kembali berjualan.
Baca Juga:Kasus Pertamax Oplosan: Konsumen Kecewa, Penjualan AnjlokMalu Perusahaan Negara Tercoreng, Direktur Utama Pertamina Persero Minta Maaf kepada Rakyat Indonesia
“Ternyata kios yang terbakar hanya satu, dan kerugian tidak sampai Rp 600 juta. Kalau dihitung mungkin Rp 5 jutaan saja kerugiannya, dan masih bisa berjualan,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Ciamis pun telah berencana untuk segera merenovasi kios-kios yang terbakar sebelum Lebaran, dengan prioritas pada kios pakaian dan toko sembako.
“Ada juga kios emas yang melakukan renovasi mandiri, dengan catatan tidak meminta ganti rugi ke Pemerintah Kabupaten Ciamis,” tambahnya.
Erwin juga mengungkapkan bahwa kunjungan utusan Gubernur Jawa Barat ke Pasar Manis Ciamis pada Sabtu (1/3/2025) sebelumnya tidak dikoordinasikan terlebih dahulu dengan DKUKMP Ciamis.
“Kami baru mengetahui setelah wawancara dengan utusan Gubernur Jawa Barat ditayangkan pada 1 Maret 2025 malam. Tidak ada pemberitahuan langsung kepada kami bahwa Gubernur Dedi Mulyadi akan menelepon,” ujarnya.
Atas kejadian ini, DKUKMP Ciamis dan Pemerintah Kabupaten Ciamis merasa malu dan meminta maaf atas kegaduhan yang terjadi.
“Kita menyayangkan oknum pedagang, padahal niatnya Bapak Dedi membantu, kok malah dimanfaatkan,” pungkasnya. (Fatkhur Rizqi)
