Orang Kaya Berbagilah ke Tetangga!

Orang Kaya Berbagilah ke Tetangga!
10 Kabupaten/Kota dengan Angka Kemiskinan Tertinggi di Jawa Baratgrafis: sona sonjaya / radar tasikmalaya
0 Komentar

Selain persentase kemiskinan, tingkat kesenjangan sosial di Kota Tasikmalaya pun semakin buruk dengan indeks gini ratio tahun 2021 yang berada di angka 0,414. Hal itu meningkat dari tahun sebelumnya di mana tahun 2020 di angka 0,366 dan 2019 di angka 0,360. ”Kesenjangannya meningkat tapi masih dalam kategori sedang,” katanya.

Melihat dari kondisi itu, menurut Bambang, Pemerintah Kota Tasikmalaya tidak akan mampu mengatasi kemiskinan dengan APBD yang dimiliki. Karena bukan hanya dari persentase, secara kualitas kemiskinan pun cukup ekstrem. ”Sudah tidak akan mungkin tertangani jika mengandalkan program pemerintah,” katanya.

Menurut analisanya, perlu ada kolaborasi dengan para agniya untuk membantu pemberdayaan masyarakat miskin. Bukan dengan bantuan sembako, namun ibarat orang tua mengasuh anaknya dari mulai menjamin makan, pendidikan, sampai dia bekerja atau memiliki usaha yang layak. ”Misal orang kaya itu punya keluarga (miskin) asuhan supaya yang tadinya layak dibantu menjadi warga yang mampu membantu warga miskin lain,” ujarnya.

Baca Juga:Butuh 10 Lapangan BasketRumah Rusak Disapu Angin Puting Beliung

Tentu hal itu membuat para agniya harus banyak mengeluarkan biaya. Namun, menurut dia, hal itu tidak akan berat mengingat kesenjangan ekonomi yang terjadi di Kota Tasikmalaya. ”Ini kan untuk menekan dan mengurangi angka kemiskinan,” ucapnya.

Cukup disesalkan, dia menangkap ada kesenjangan sosial di samping kesenjangan ekonomi. Di mana warga yang mampu kurang berempati kepada tetangganya khususnya yang terbilang miskin.

”Apa orang-orang yang kaya itu sudah memastikan tetangganya atau orang-orang di sekitarnya tidak ada yang kelaparan?,” katanya.

Selain itu, gerakan belanja ke pedagang di sekitar pun masih lemah. Pasalnya, dewasa ini seseorang akan mengejar barang dengan harga yang lebih murah meskipun jaraknya lebih jauh. ”Padahal beda Rp 1.000 atau Rp 2.000, tapi kita sampai mengabaikan warung tetangga,” tuturnya.

Di sisi lain, beberapa lembaga pun memiliki program pengentasan kemiskinan di Kota Tasikmalaya. Seperti dilakukan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) yang memberikan bantuan permodalan kepada 250 pelaku UMKM dan 20 peternak. Dari program tersebut, Baznas menggelontorkan dana sebanyak Rp 500 juta beberapa waktu lalu.

Data dan Sasaran Tidak Nyambung

0 Komentar