ETIKA POLITIK
Meski dianggap wajar dan hanya memunculkan pro dan kontra sesaat, namun akrobat politik dengan bermain ”nakal” tetap saja memberi ruang untuk mencipta suasana yang tak mengenakkan. Permainan kotor dalam dunia politik tak enak dibaca dan didengar. Politisi mesti mufakat untuk lebih banyak dan lebih sering memberi contoh dan teladan. Pemimpin tak sekadar bayang-bayang kebenaran dan kebaikan. Politik sebagai media berteduhnya para politisi mesti menyuguhkan banyak berita yang inspiratif yang memotivasi publik melakukan kebaikan.
Toh, bermain cantik dalam dunia politik itu bukan sekadar menyenangkan, tapi juga mendewasakan. Tempo hari ketika peristiwa pahit dan memilukan di Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur terjadi, awal langkah salah dimunculkan oleh ketidakdewasaan sikap atas kekalahan yang menimpa tim kesayangan. Para suporter berhamburan ke tengah lapangan dan kemudian langkah salah selanjutnya dipilih, yaitu berhamburannya gas air mata yang tidak sepatutnya hadir di tengah stadion.
Belajar dari ketidakdewasaan di dunia olahraga, kita juga berharap di dunia politik, ketidakdewasaan ini dijauhi. Asyik ketika dunia politik lagi dan lagi menyuguhkan pemandangan yang menyejukkan dengan permainan manis dan cantik.
Baca Juga:Orang Kaya Berbagilah ke Tetangga!Butuh 10 Lapangan Basket
Setiap kita merindukan sesuatu yang cantik. Enak dipandang dan bisa dinikmati. Akan mendesir rasa suka dan senang dalam ruang bawah sadar kita. Kecantikan itu gambaran keindahan. Dan dunia politik butuh sentuhan-sentuhan itu. Para politisi, secara naluriah pasti menggandrungi keindahan dan seni dengan ragam dimensinya. Mereka juga pasti menikmati momen-momen indah kehidupan yang dibaluri hal-hal positif yang bisa membahagiakan banyak pihak. Bermain cantik dalam praktik politik bisa menjadi pilihan yang lebih ditonjolkan. Politisi yang diasumsikan positif akan melekat dalam dirinya ragam dimensi kebaikan. Sebaliknya, meski bisa lama bertahan, politisi dengan asumsi negatif publik, meski dengan jiwa kontroversialnya mampu mengangkat popularitasnya, tetap saja akan berakhir pada kubangan yang beraroma negatif, aroma busuk yang menyengat hidung masyarakat akhirnya.
Bermain cantik dalam politik akan menjadi investasi masa depan, terutama bagi para politisi muda dan politisi pendatang baru. Pilihan untuk bermain cantik takkan mengurangi kesempatan mengambil peran dan mengambil hati para pemilih dan konsituennya.
