Dorong Perpustakaan Lebih Hidup, Wali Kota Tasikmalaya Minta Perpustakaan Kolaborasi dengan Komunitas

Perpustakaan kota tasikmalaya
Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan foto bersama seluruh stakeholders saat meresmikan Festival Literasi Tasik Santun 2026, Selasa (3/11/2026). (Fitriah Widayanti/Radar Tasikmalaya)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Perpustakaan Umum Daerah Kota Tasikmalaya didorong menjadi ruang publik yang lebih hidup dengan melibatkan berbagai komunitas kreatif dan pelaku usaha. Hal itu disampaikan Wali Kota Tasikmalaya Viman Al Farizi Ramadhan dalam pembukaan Festival Literasi Tasik Santun 2026 di Gedung Perpustakaan Umum Daerah Kota Tasikmalaya, Selasa (3/11/2026).

Viman menilai, letak perpustakaan yang berada di pusat kota menjadi potensi untuk menjangkau masyarakat lebih luas. Menurut dia, keberadaan perpustakaan tidak semestinya hanya dikenal oleh kalangan pelajar dan masyarakat yang berkecimpung di bidang pendidikan, tetapi juga perlu diperkenalkan kepada warga secara umum.

Untuk mewujudkan hal itu, Viman mendorong pengelola perpustakaan menghadirkan berbagai aktivitas yang melibatkan komunitas kreatif. Kegiatan seperti mini bazaar, mini event, dan festival dapat menjadi ruang bagi komunitas untuk memperkenalkan produk kerajinan maupun karya mereka kepada masyarakat.

Baca Juga:Rawan Dipaksakan! Seleksi Pimpinan Baznas Kota Tasikmalaya Berpotensi Seperti DewasMasalah Kepatutan Jangan Terulang, Masalah Dewas Tak Boleh Terulang di Baznas Kota Tasikmalaya

Ia juga mengusulkan kolaborasi dengan pelaku usaha kuliner melalui pembukaan tenant sementara di lingkungan perpustakaan. Kedai kopi atau coffeeshop dapat dilibatkan dalam kegiatan tersebut untuk menarik minat masyarakat berkunjung.

Viman berharap, aktivitas di luar kegiatan membaca itu dapat menjadi pintu masuk untuk mengenalkan perpustakaan kepada masyarakat. Dengan meningkatnya kunjungan, warga juga berkesempatan mengetahui dan memanfaatkan koleksi buku serta layanan perpustakaan digital.

“Tempat perpustakaan yang strategis ini betul-betul dijadikan hub kolaborasi literasi yang ada,” ungkapnya.

Menurut Viman, pengembangan perpustakaan juga perlu mencakup berbagai bidang literasi, tidak terbatas pada kemampuan membaca dan pengetahuan formal.

Literasi keuangan dan literasi digital, menurutnya, dapat dikembangkan melalui kolaborasi dengan lembaga yang memiliki perhatian terhadap bidang tersebut, seperti Bank Indonesia (BI), Bank BJB, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Ia menilai, Kota Tasikmalaya telah memiliki modal fasilitas yang cukup untuk mendukung pengembangan literasi. Ketersediaan koleksi buku di perpustakaan daerah menjadi salah satu aspek yang ia soroti.

“Indeks literasi di Kota Tasik menuju yang baik kemudian juga fasilitas untuk literasi di Kota Tasikmalaya juga termasuk perpustakaan ini sudah terpenuhi ya dari jumlah buku itu termasuk mempunya jumlah referensi buku banyak dibandingkan dengan Kota Kabupaten di Priangan Timur,” katanya.

0 Komentar