Pertumbuhan Ekonomi Kota Tasikmalaya Harus Diikuti Penciptaan Lapangan Kerja Lokal

Geliat Usaha Jadi Tantangan Kerja
Ribuan pencari kerja memadati International Job Fair Tasikmalaya 2026 di Plaza Asia, baru baru ini. istimewa
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Pertumbuhan ekonomi Kota Tasikmalaya yang mencapai 5,39 persen pada 2025 belum sepenuhnya berbanding lurus dengan kemampuan menyerap tenaga kerja.

Di tengah geliat aktivitas usaha dan investasi, kebutuhan masyarakat terhadap lapangan pekerjaan masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu dijawab melalui penguatan sektor produktif.

Besarnya antusiasme masyarakat dalam Tasikmalaya International Job Fair 2026 menjadi salah satu gambaran kondisi tersebut.

Baca Juga:Bukan Sekadar Timbang Balita, Posyandu di Kota Tasikmalaya Kini Bantu Warga Dapat Rumah LayakPemkot Tasikmalaya Siapkan Kepala Sekolah Berintegritas, Bukan Jago Administrasi

Sekitar 6.800 pencari kerja memadati bursa kerja yang berlangsung pada 30–31 Oktober 2026. Angka itu menunjukkan bahwa akses terhadap pekerjaan masih menjadi kebutuhan besar masyarakat.

Direktur Soekapoera Institute, Danial Kusumah, menilai persoalan ketenagakerjaan di Kota Tasikmalaya tidak bisa dilepaskan dari arah pertumbuhan ekonomi, investasi, dan perkembangan dunia usaha.

Menurutnya, tantangan daerah bukan sekadar memiliki potensi ekonomi, tetapi memastikan potensi tersebut mampu berkembang menjadi aktivitas bisnis yang produktif sekaligus membuka kesempatan kerja lebih luas bagi masyarakat lokal.

“Menurut saya, tantangan utama Kota Tasikmalaya bukan semata-mata tidak memiliki potensi ekonomi, melainkan bagaimana mengembangkan potensi tersebut agar mampu menyerap tenaga kerja lokal secara lebih luas dan berkelanjutan,” ujarnya, Selasa (3/11/2026).

Danial menyoroti perkembangan indikator ekonomi daerah. Pada 2025, pertumbuhan ekonomi Kota Tasikmalaya tercatat mencapai 5,39 persen, meningkat dibandingkan 2024 sebesar 5,22 persen.

Sementara Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun dari 6,49 persen menjadi 6,43 persen.

Capaian tersebut menunjukkan adanya perbaikan. Namun, pertumbuhan ekonomi yang positif belum otomatis berarti semakin banyak masyarakat memperoleh pekerjaan.

Di sinilah pentingnya melihat kualitas pertumbuhan, bukan sekadar angka yang tercatat dalam laporan ekonomi.

Baca Juga:Data Bansos Belum Beres, Viman Temukan Warga Kota Tasikmalaya Belum Terdaftar Penerima BantuanJNE Perluas Pasar Industri Kreatif, Jadi Partner Logistik Pameran Seni Inklusif di Bandung

Menurut Danial, perdagangan dan jasa selama ini menjadi salah satu penopang perekonomian Kota Tasikmalaya.

Begitu pula UMKM, industri kreatif, kuliner, fesyen, dan kerajinan yang memiliki peluang untuk terus berkembang.

Hanya saja, peningkatan omzet dan aktivitas usaha tidak selalu diikuti pertambahan tenaga kerja dalam jumlah sebanding.

Pemanfaatan teknologi digital dan otomatisasi, misalnya, memungkinkan perusahaan memperluas pasar sekaligus meningkatkan efisiensi operasional dengan kebutuhan tenaga kerja yang lebih terbatas.

Karena itu, pengembangan ekonomi daerah perlu diarahkan pada sektor yang tidak hanya meningkatkan nilai bisnis, tetapi juga memiliki efek pengganda terhadap penciptaan lapangan kerja.

0 Komentar