Pertumbuhan Ekonomi Kota Tasikmalaya Harus Diikuti Penciptaan Lapangan Kerja Lokal

Geliat Usaha Jadi Tantangan Kerja
Ribuan pencari kerja memadati International Job Fair Tasikmalaya 2026 di Plaza Asia, baru baru ini. istimewa
0 Komentar

Industri pengolahan dan hilirisasi produk lokal, UMKM produktif, ekonomi kreatif, pariwisata, kuliner, serta sektor jasa dinilai memiliki peluang untuk menjadi sumber pertumbuhan baru.

Pengembangannya perlu didukung peningkatan kapasitas produksi, akses pasar, investasi, dan kemampuan usaha memperluas skala bisnis.

Di sisi lain, persoalan ketenagakerjaan juga menyangkut kesesuaian kompetensi pencari kerja dengan kebutuhan perusahaan.

Baca Juga:Bukan Sekadar Timbang Balita, Posyandu di Kota Tasikmalaya Kini Bantu Warga Dapat Rumah LayakPemkot Tasikmalaya Siapkan Kepala Sekolah Berintegritas, Bukan Jago Administrasi

Ijazah dan latar belakang pendidikan formal belum cukup menjadi jaminan seseorang dapat langsung memenuhi kualifikasi dunia usaha.

Perusahaan kini membutuhkan tenaga kerja yang memiliki keterampilan teknis, literasi digital, kemampuan komunikasi, pemecahan masalah, hingga budaya kerja profesional.

Danial menilai hubungan antara lembaga pendidikan dan dunia usaha perlu diperkuat.

Pendidikan vokasi, SMK, perguruan tinggi, lembaga pelatihan, dan perusahaan harus memiliki keterhubungan yang lebih erat agar kompetensi lulusan sesuai dengan kebutuhan industri.

Selain itu, keterbatasan modal, teknologi, manajemen, dan pemasaran masih menjadi tantangan bagi pelaku usaha lokal untuk meningkatkan kapasitas bisnisnya.

Padahal, semakin besar skala usaha, semakin terbuka pula peluang penciptaan lapangan kerja.

“Karena itu, persoalan ketenagakerjaan tidak bisa diselesaikan hanya dengan memperbanyak kegiatan job fair. Job fair merupakan instrumen mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan, tetapi harus didukung sistem penyiapan kompetensi, informasi pasar kerja, sertifikasi, dan pendampingan penempatan tenaga kerja,” katanya.

Baca Juga:Data Bansos Belum Beres, Viman Temukan Warga Kota Tasikmalaya Belum Terdaftar Penerima BantuanJNE Perluas Pasar Industri Kreatif, Jadi Partner Logistik Pameran Seni Inklusif di Bandung

Ia mendorong pemerintah daerah memperkuat kebijakan ekonomi yang secara terukur berorientasi pada penciptaan lapangan kerja.

Kemudahan perizinan, kepastian berusaha, pemberian insentif, serta pendampingan investor perlu diarahkan untuk mendorong investasi pada sektor-sektor yang memiliki daya serap tenaga kerja lokal.

Penguatan UMKM juga harus melampaui sekadar penambahan jumlah pelaku usaha.

Akses pembiayaan, pendampingan manajemen, digitalisasi, sertifikasi produk, penguatan merek, hingga perluasan pasar menjadi kebutuhan agar usaha lokal mampu naik kelas dan membuka kesempatan kerja baru.

Pada sektor pendidikan, kolaborasi antara SMK, perguruan tinggi, lembaga pelatihan kerja, Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), dan perusahaan perlu diperkuat.

Kurikulum berbasis kebutuhan industri, praktik kerja, sertifikasi kompetensi, serta dukungan penempatan lulusan menjadi bagian penting dari upaya tersebut.

Danial juga mengusulkan pengembangan layanan informasi ketenagakerjaan terpadu berbasis digital.

0 Komentar