Berawal dari Resep Warisan Keluarga, Muchlis Kini Sukses Kembangkan 3 Cabang Martabak Mr Gacle

Martabak Mr Gacle
Halaman minimarket Alfamart menjadi pilihan Muchlis sebagai lokasi strategis untuk menjual martabak Mr. Gacle. (Istimewa) 
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Berbekal resep warisan keluarga, Muchlis (43) meneruskan usaha keluarga di bidang kuliner yakni berjualan martabak.

Dengan menghadirkan martabak Mr. Gacle, Muchlis meneruskan usaha keluarga.

“Orang tua saya punya usaha martabak, termasuk juga dengan paman-paman saya. Nah awalnya saya belajar berjualan martabak dari orang tua, lalu ikut para paman berjualan di berbagai lokasi. Hingga akhirnya saya bisa, dan mulai membuka usaha secara mandiri, tepatnya pada tahun 2010,” tutur Muchlis.

Menurut Muchlis martabak merupakan salah satu jenis kuliner yang bisa dinikmati berbagai usia sehingga pasarnya cukup luas.

Baca Juga:Pegadaian Tasikmalaya Kenalkan Investasi Emas Mulai Rp 10 Ribu di FinExpo 2026Musim Hujan Bikin Jalan Licin, Ini 4 Teknik Aman Berkendara Motor agar Terhindar dari Kecelakaan

“Meskipun kompetitor untuk martabak juga banyak, namun dengan kualitas rasa martabak kami yang resepnya sudah turun temurun, kami optimis memiliki pelanggan tetap,” ucap Muchlis.

Terbukti sejak tahun 2010 Muchlis telah memiliki 3 cabang martabak yang tersebar di Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Garut. Salah satunya yang berlokasi di Alfamart Margalaksana Salawu Kabupaten Garut.

Salah satu strategi yang digunakan Muchlis dalam mengembangkan usaha martabaknya yakni memilih lokasi yang strategis, salah satunya menempatkan tenant di halaman minimarket Alfamart.

“Kalo dulu agak susah mendapatkan lokasi usaha yang ramai, sekarang sudah banyak alternatif dalam memilih lokasi usaha yang pengunjungnya banyak. Salah satunya dengan menjadi mitra tenant minimarket, kalau saya menjadi tenant Alfamart,” terangnya.

Muchlis mengatakan konsumen yang berbelanja di Alfamart merupakan konsumen potensi untuk usaha martabaknya.

“Saling menguntungkan dengan adanya konsumen yang berbelanja ke toko. Ditambah ketersediaan listrik dan air yang merupakan fasilitas menjadi salah satu penunjang lancarnya proses berjualan,” jelasnya.

Di tengah kompetisi usaha kuliner yang semakin ketat, Muchlis mengatakan salah satu kunci untuk menjaga usahanya tetap bertahan adalah dengan mengikuti perkembangan baik dari teknologi maupun perkembangan pasar.

Baca Juga:Jangan Tunggu Motor Kehilangan Tenaga! Kenali 5 Gejala Kampas Kopling Aus Sebelum TerlambatUsai Honda Bikers Day 2026, Ini 7 Tips Merawat Motor agar Tetap Prima Setelah Touring Jarak Jauh

“Kita juga harus mengikuti perkembangan selera pasar. Salah satunya dengan menambah varian rasa dengan tetap menjaga kualitas produk. Selain itu dari sisi pembayaran kami juga sudah melengkapi dengan pembayaran non tunai agar mempermudah transaksi konsumen,” tandasnya.

0 Komentar