Musim Hujan Mengintai Pangandaran, BPBD Ingatkan Ancaman Banjir dan Longsor

Kemarau Usai Bencana Mengintai
Infografis. Olah digital / Chat GTP
0 Komentar

PANGANDARAN, RADARTASIK.ID – Kemarau panjang belum sepenuhnya berlalu, tetapi ancaman bencana sudah mulai membayangi Kabupaten Pangandaran.

Memasuki musim penghujan, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir dan tanah longsor, terutama di kawasan perbukitan dan wilayah rawan bencana.

Hujan dengan intensitas rendah sempat mengguyur sejumlah wilayah Pangandaran sejak pagi hingga siang hari beberapa waktu lalu.

Baca Juga:Bukan Sekadar Timbang Balita, Posyandu di Kota Tasikmalaya Kini Bantu Warga Dapat Rumah LayakPemkot Tasikmalaya Siapkan Kepala Sekolah Berintegritas, Bukan Jago Administrasi

Meski belum tergolong deras, kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa ancaman bencana hidrometeorologi perlu diantisipasi sejak dini.

Terlebih, wilayah yang berada di kawasan pegunungan memiliki risiko tersendiri.

Tanah yang lama terpapar panas selama musim kemarau dikhawatirkan mengalami perubahan kondisi sehingga kestabilan lereng perlu mendapat perhatian.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Pangandaran, Dodo Kusnadi mengatakan, masyarakat tidak boleh lengah menghadapi peralihan musim.

Sebab, hujan yang mulai turun berpotensi memicu banjir maupun longsor di sejumlah titik.

“ Kepada masyarakat harus waspada, karena biasanya jika musim hujan sudah tiba terjadi banjir dan longsor untuk daerah tertentu,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Menurutnya, ancaman bukan hanya datang dari kondisi alam. Kebiasaan membiarkan sampah menumpuk di saluran drainase maupun irigasi juga dapat memperbesar risiko banjir ketika hujan turun.

Saluran air yang tersumbat membuat aliran tidak berjalan optimal. Akibatnya, air berpotensi meluap dan menggenangi kawasan permukiman.

Baca Juga:Data Bansos Belum Beres, Viman Temukan Warga Kota Tasikmalaya Belum Terdaftar Penerima BantuanJNE Perluas Pasar Industri Kreatif, Jadi Partner Logistik Pameran Seni Inklusif di Bandung

Karena itu, Dodo mengimbau masyarakat mulai membersihkan saluran air serta memperhatikan kondisi lingkungan masing-masing.

Warga yang tinggal di sekitar lereng dan kawasan rawan longsor juga diminta lebih peka terhadap perubahan kondisi tanah maupun lingkungan sekitar.

Peringatan ini perlu menjadi perhatian bersama. Sebab, menghadapi musim hujan bukan sekadar menyiapkan payung, tetapi juga memastikan lingkungan tidak menjadi pemicu bencana.

Jangan sampai sampah yang dibiarkan menumpuk justru menjadi awal persoalan ketika hujan mulai mengguyur. (deni nurdiansah)

0 Komentar