TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID—Kehidupan masyarakat di Pusat Kota Tasikmalaya tidak seutuhnya mengalami kemajuan secara ekonomi. Masih ada saja warga yang tinggal di gubuk derita yang jauh dari kata layak sebagai hunian.
Salah satunya Nana Kustaman (74) di Sindanghayu Kelurahan Kahuripan Kecamatan Tawang yang tinggal di gubuk tak layak huni. Jaraknya tidak terlalu jauh dengan kediaman Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan.
Pantauan Rada, tempat tinggal nana merupakan sebuah konstruksi kayu alakadarnya dengan atap asbes rusak dan spanduk bekas. Tidak terlalu luas, ukurannya sekitar 3×4 meter di lahan area pemakaman.
Baca Juga:Siswa Disabilitas di Tasikmalaya Laksanakan Upacara Peringatan Sumpah Pemuda, Dewan Dorong Fasilitasi LapanganBulan Oktober Baru 35%, Setoran Retribusi Parkir Kota Tasikmalaya Macet
Di tempat itu, Nana tinggal bersama cucunya, Seka El Rumi M Gunawan (12) yang merupakan penyandang disabilitas tuna wicara juga tuna grahita.
Nana mengaku sudah tinggal di sana sejak tahun 2003, kala itu masih berbentuk bangunan rumah permanen. Hanya saja seiring berjalannya waktu, bangunan tersebut kian rusak secara bertahap. Ditambah cucunya sering berperilaku tidak wajar, yakni merusak perlengkapan rumah tangga dan juga konstruksi rumah. “Sedikit-sedikit rusaknya, tidak sekaligus,” katanya.
Soal ketidaklayakan gubuk tersebut bukan sebatas tampilannya, secara fungsi pun sangat jauh. Selain terpaan angin, mereka pun harus basah-basahan di kala hujan. “Kemarin pas hujan juga ya basah semua,” ucapnya.
Sebelumnya Nana hidup dari penghasilan mengayuh becak, namun saat ini dia tidak bisa konsisten bekerja setiap hari. Selain faktor usia dan fisik, dia pun bingung karena harus menjaga cucunya supaya tidak terkena atau menimbulkan masalah.
Maka dari itu sementara ini dia hanya mengandalkan pemberian dari saudara-saudaranya untuk makan. Dia bersyukur masih ada keluarga yang peduli dengan kehidupannya bersama sang cucu. “Alhamdulillah suka dikasih sama saudara-saudara,” tuturnya.
Orang tuanya Seka yang juga anak dan menantu Nana saat ini tidak diketahui keberadaannya. Sejak usia sekitar 1 tahun, mereka menitipkan anak tersebut kepada Nana dan pergi begitu saja. “Sekarang enggak tahu di mana,” tuturnya.
Untuk saat ini dia berharap dia berharap bisa tinggal di rumah yang layak. Untuk beberapa keperluan, tidak tidak dipungkirinya bantuan pemerintah sering diterima dari mulai bantuan sosial, bantuan kesehatan dan juga bantuan kebutuhan darurat.
