Siswa Disabilitas di Tasikmalaya Laksanakan Upacara Peringatan Sumpah Pemuda, Dewan Dorong Fasilitasi Lapangan

Disabilitas, sumpah pemuda
Pelajar SLB melaksanakan upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda di area Mc.D Jalan Ir Djuanda, Rabu (28/10/2026). (Istimewa)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID–Setiap masyarakat berhak untuk difasilitasi untuk menjadi pengusaha atau pun bekerja, termasuk penyandang disabilitas. Selain menjamin ruang pendidikan melalui Sekolah Luar Biasa (SLB), mereka pun perlu fasilitasi lapangan kerja untuk dapat berpenghasilan.

Hal tersebut diungkapkan Anggota DPRD Kota Tasikmalaya Enan Suherlan saat menghadiri upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda yang dilaksanakan Paguyuban pegiat Disabilitas Kota Tasikmalaya (Papeditas) bersama Forum Kelompok Kerja Kepala SLB Swasta Kota Tasikmalaya dan berkolaborasi dengan perusahaan swasta di Jalan Ir Djuanda, Rabu (28/10/2026).

Enan memberikan dukungan untuk para penyandang disabilitas yang mampu mengikuti dan melaksanakan prosesi upacara. “Ini merupakan kegiatan yang luar biasa tentunya pertama di kota tasikmalaya,” ungkapnya.

Baca Juga:Bulan Oktober Baru 35%, Setoran Retribusi Parkir Kota Tasikmalaya MacetHibah Aset Pemkot-Pemkab Tasikmalaya Dinilai Bermasalah

Secara statistik, ada sekitar 2.200 penyandang disabilitas di Kota Tasikmalaya yang dalam hal pendidikan difasilitasi 5 SLB swasta dan 2 SLB negeri. Pihaknya berharap layanan pendidikan bisa diberikan secara maksimal sesuai kebutuhan. “Bagaimana dengan pendidikannya terpenuhi karena memiliki hak yang sama terkait dengan kewarganegaraan.

Selain pendidikan, urusan keterampilan dan lapangan kerja juga tidak kalah penting untuk penghidupan mereka. Dalam hal ini pemerintah ikut bertanggung jawab memfasilitasi mereka. “Mereka harus diberikan ruang yang sama, keadilan yang sama tentunya untuk melanjutkan kehidupan,” tuturnya.

Pihaknya pun akan menyampaikan perlunya fasilitasi tersebut ke pimpinan daerah. Supaya ada dukungan regulasi yang berpihak kepada disabilitas melalui perwalkot. Apalagi saat ini sudah ada percontohan beberapa pelaku usaha yang memberikan kesempatan penyandang disabilitas untuk bekerja.

Enan pun meminta supaya publik baik masyarakat umum serta para pelaku usaha bisa ikut hadir mewujudkan lingkungan yang inklusif. “Harus hadir bersama sama mencarikan solusi terkait dengan masa depan saudara-saudara difabel, mereka punya cita cita tentunya,” terangnya.

Pengurus Papeditas Tata Tajudin mengatakan pihaknya menyelenggarakan upacara peringatan sumpah pemuda tersebut sebagai salah satu pembuktian bahwa penyandang disabilitas juga mampu melaksanakannya. Pihaknya pun bangga mereka bisa tetap semangat dengan kondisi yang ada. “Merupakan hal yang luar biasa bisa menyelenggarakan acara ini,” ujarnya.

0 Komentar