Lurah Kahuripan, Ruswan Fladimer Sialana mengatakan bahwa selama ini pemerintah terus memberikan perhatian untuk Nana dan cucunya. Belum lama ini pun dirinya sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan dinas terkait lainnya. “Alhamdulillah dinas-dinas responsif,” ucapnya.
Pihaknya mendorong supaya Seka bisa bersekolah meskipun dengan kondisinya sebagai penyandang disabilitas. Namun pihak keluarga masih banyak kekhawatiran sehingga upaya tersebut belum bisa terealisasi.
Ada pun prioritas saat ini yakni mengupayakan bantuan perbaikan atau pembangunan rumah untuk mereka, masalahnya lahan tersebut bukan hak pribadi mereka. Lokasi tersebut merupakan tanah warisan leluhur orang tua Nana untuk pemakaman keluarga. “Status tanah di sini itu kalau saya komunikasi dengan RT itu masih belum ada sertifikatnya” katanya.
Baca Juga:Siswa Disabilitas di Tasikmalaya Laksanakan Upacara Peringatan Sumpah Pemuda, Dewan Dorong Fasilitasi LapanganBulan Oktober Baru 35%, Setoran Retribusi Parkir Kota Tasikmalaya Macet
Maka dari itu pihaknya berkomunikasi dengan RT RW untuk mengupayakan bantuan bedah rumah sekaligus meminta persetujuan dari para ahli waris. Hal tersebut supaya bantuan yang diberikan tetap memenuhi syarat administratif dan tidak menimbulkan masalah di kemudian hari. “Minimal ada persetujuan dari keluarga dan keturunan keturunan yang memiliki tanah,” terangnya.
Pihaknya juga menegaskan bahwa keluarga Nana sudah masuk sebagai penerima bantuan pemerintah. Sehingga selama ini mereka sudah secara rutin menerima bantuan sosial dari berbagai program. “Alhamdulillah sudah dapat semua bapaknya dapat dari yang berbentuk Beras terus ada juga yang PKH yang dalam masuk ke rekening Itu diterima terus dan lancar,” katanya.(Rangga Jatnika)
