Operasi Patuh Lodaya 2026 Pangandaran, Ogoh-Ogoh Turun ke Jalan

Ogoh-Ogoh Ingatkan Pengguna Jalan
Polres Pangandaran melibatkan Ogoh-Ogoh dalam Operasi Patuh Lodaya, Senin (26/10/2026). istimewa
0 Komentar

PANGANDARAN, RADARTASIK.ID – Penegakan aturan lalu lintas tak cukup hanya mengandalkan tilang dan teguran.

Di tengah masih pentingnya membangun kesadaran pengendara, Polres Pangandaran memilih cara berbeda dengan melibatkan tim ogoh-ogoh untuk menyampaikan pesan keselamatan di jalan raya.

Melalui Operasi Patuh Lodaya 2026, jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pangandaran berkolaborasi dengan tim ogoh-ogoh di kawasan Bundaran Marlin dan persimpangan lampu merah.

Baca Juga:STMIK DCI Jadi Pusat Inkubasi Robotika Jawa Barat, Kota Santri Bidik Ekosistem TeknologiTasikmalaya International Job Fair Diserbu 4.116 Pendaftar! Lowongan Tembus 7.222 Posisi, ini Jadwalnya

Pendekatan kreatif ini dimanfaatkan untuk menarik perhatian masyarakat sekaligus mengingatkan pengendara agar tidak mengabaikan aturan lalu lintas.

Petugas bersama tim ogoh-ogoh menyapa pengendara sepeda motor hingga pengemudi mobil.

Mereka menyampaikan imbauan mengenai pentingnya disiplin berlalu lintas dan mengutamakan keselamatan selama berkendara.

Kehadiran ogoh-ogoh menjadi daya tarik tersendiri. Pesan keselamatan dikemas melalui pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat, di tengah operasi kepolisian yang selama ini identik dengan pemeriksaan dan penindakan pelanggaran.

Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar Potawari melalui Kanit Regident Satlantas Polres Pangandaran, IPDA Harry Santoso, mengatakan Operasi Patuh Lodaya 2026 tidak semata-mata berorientasi pada penindakan.

“Melalui Operasi Patuh Lodaya ini, kami terus mengimbau masyarakat untuk mematuhi aturan berlalu lintas. Kolaborasi antara polisi dan masyarakat diharapkan mampu mewujudkan lalu lintas yang tertib, aman, dan berkeselamatan,” ujarnya, Selasa (27/10/2026).

Tak hanya melibatkan tim ogoh-ogoh, kegiatan tersebut juga menghadirkan sosok ikonik Eyang Jaga Resmi. Dalam sejarah lokal, tokoh ini dikenal sebagai adipati yang ditunjuk oleh Kerajaan Mataram.

Baca Juga:Denda PBB-P2 di Kota Tasikmalaya Dihapus Total, Tunggakan Lama Bisa Dipangkas 100 PersenGP Ansor Kritik Arah Pembangunan Kota Tasikmalaya, Jangan Cuma Bangga Jadi Kota Santri

Kehadiran Eyang Jaga Resmi menjadi bagian dari pendekatan kultural untuk menyampaikan pesan keselamatan berlalu lintas.

Kearifan lokal dimanfaatkan agar imbauan kepolisian lebih menarik perhatian dan mudah diterima masyarakat.

Langkah tersebut menjadi salah satu cara untuk memperluas edukasi keselamatan di luar pola konvensional.

Sebab, kepatuhan berlalu lintas tidak cukup dibangun melalui operasi sesaat, tetapi juga membutuhkan kesadaran pengendara dalam setiap perjalanan.

Sebelumnya, Polres Pangandaran telah menggelar apel gelar pasukan Operasi Patuh Lodaya 2026 di Lapangan Setia Tiga Delapan, Mapolres Pangandaran.

Sekitar 100 personel gabungan dilibatkan dalam operasi yang berlangsung selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026.

0 Komentar