TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Kota Tasikmalaya yang lekat dengan julukan Kota Santri mulai memperluas langkah ke dunia teknologi.
STMIK DCI dipercaya menjadi pusat inkubasi robotika untuk wilayah Jawa Barat setelah menjalin kerja sama dengan Persatuan Robotika Seluruh Indonesia (PRSI) dalam program Robotika untuk Negeri yang diluncurkan Direktorat Jenderal Pondok Pesantren Kementerian Agama (Kemenag) RI, Senin (26/10/2026).
Dalam program tersebut, STMIK DCI menjadi satu-satunya perguruan tinggi yang diundang sekaligus menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan PRSI.
Baca Juga:Tasikmalaya International Job Fair Diserbu 4.116 Pendaftar! Lowongan Tembus 7.222 Posisi, ini JadwalnyaDenda PBB-P2 di Kota Tasikmalaya Dihapus Total, Tunggakan Lama Bisa Dipangkas 100 Persen
Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem robotika nasional melalui sinergi pemerintah, perguruan tinggi, dunia industri, dan lembaga pendidikan.
Penandatanganan kerja sama juga melibatkan PT Handal dan PT Agri Global sebagai representasi dunia industri.
PRSI sendiri menjadi mitra strategis Kemenag RI, khususnya dalam pengembangan robotika di lingkungan pendidikan pesantren.
Ketua Badan Penjaminan Mutu Internal (BPMI) STMIK DCI, Danial Kusumah, mengatakan kepercayaan tersebut menjadi pengakuan terhadap kiprah kampus dalam pengembangan pendidikan teknologi dan digitalisasi.
“STMIK DCI diberikan kepercayaan menjadi pusat inkubasi robotik untuk wilayah Jawa Barat. Ini menunjukkan bahwa STMIK DCI diperhitungkan di tingkat nasional,” ujarnya.
Menurut dia, peran perguruan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang unggul dan berdaya saing.
Kampus juga perlu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, termasuk pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Baca Juga:GP Ansor Kritik Arah Pembangunan Kota Tasikmalaya, Jangan Cuma Bangga Jadi Kota SantriOhan Hafidz Gelombang II Diluncurkan, Kota Tasikmalaya Lanjutkan Pembinaan Generasi Qur’ani
Kepercayaan tersebut sekaligus membuka peluang bagi Tasikmalaya untuk memperluas akses pendidikan teknologi.
Jika selama ini robotika kerap dianggap sebagai bidang eksklusif yang hanya bisa dijangkau sekolah atau lembaga tertentu, program ini diharapkan dapat mendekatkannya kepada peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan.
STMIK DCI menyiapkan sejumlah program prioritas untuk menindaklanjuti kerja sama tersebut.
Langkah awal dilakukan melalui sosialisasi kepada satuan pendidikan di bawah naungan Kemenag dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Program berikutnya mencakup pembentukan ekstrakurikuler robotika di seluruh satuan pendidikan, penyusunan kurikulum dan bahan ajar robotika, serta inisiasi pendirian Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) bidang robotika.
