TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Upaya mencetak generasi penghafal Al-Qur’an di Kota Tasikmalaya berlanjut.
Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya meluncurkan program Ohan Hafidz (One Kelurahan One Hafidz) Gelombang II di Lapangan Dadaha, Kamis malam (22/10/2026).
Peluncuran tersebut menjadi bagian dari Malam Tasyakur Hari Jadi ke-25 Kota Tasikmalaya yang bertepatan dengan momentum Hari Santri Nasional.
Baca Juga:Baru Dilantik, Gekrafs Kota Tasikmalaya Buktikan Kinerja Lewat Pekraf dan Dipuji WamenekrafStok Darah RSUD dr. Soekardjo Terbantu, Ratusan Prajurit Macan Putih Turun Tangan
Program ini diarahkan untuk memperkuat identitas Tasikmalaya sebagai kota religius melalui pembinaan generasi muda yang dekat dengan Al-Qur’an.
Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan mengatakan, malam tasyakur tidak sekadar menjadi seremoni peringatan hari jadi.
Momentum tersebut juga menjadi ruang refleksi dan muhasabah atas perjalanan pembangunan kota selama 25 tahun.
Ia berharap, pertambahan usia Kota Tasikmalaya diikuti dengan pembangunan yang semakin maju, harmonis, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Viman juga menyampaikan selamat kepada para calon peserta Ohan Hafidz Gelombang II.
Ia berharap mereka dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat nilai-nilai keagamaan sekaligus membawa keberkahan bagi Kota Tasikmalaya.
Program Ohan Hafidz menjadi salah satu upaya Pemkot Tasikmalaya dalam menjalankan agenda Tasik Religius.
Baca Juga:Retribusi Kios Pasar Kota Tasikmalaya Bakal Naik 25 Persen, Pedagang Minta Tunggakan DihapusIronis, Warga Belakang Bale Kota Tasikmalaya Kesulitan Air Bersih
Pembangunan daerah tidak hanya diarahkan pada aspek fisik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan penguatan spiritual masyarakat.
Sebelumnya, Ohan Hafidz Gelombang I telah melahirkan 44 hafiz yang diwisuda pada 4 September 2026 di halaman Masjid Agung Kota Tasikmalaya.
Capaian tersebut menjadi pijakan untuk melanjutkan pembinaan melalui gelombang kedua.
Pemkot berharap, semakin banyak generasi muda yang tidak hanya mampu menghafal Al-Qur’an, tetapi juga mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui program ini, pembinaan generasi Qur’ani diharapkan tidak berhenti pada capaian hafalan. Para peserta juga diharapkan tumbuh menjadi teladan di lingkungan keluarga dan masyarakat.
Sejalan dengan semangat Langkah Santun, Jiwa Tangguh, Pemkot Tasikmalaya menempatkan penguatan nilai keagamaan sebagai bagian dari ikhtiar membangun kota yang religius dan berkarakter. (rezza rizaldi)
