TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Kekeringan masih menjadi persoalan bagi warga Kota Tasikmalaya.
Ironisnya, kesulitan mendapatkan air bersih itu dialami warga yang tinggal tepat di belakang kawasan pusat pemerintahan kota, termasuk Balekota Tasikmalaya.
Kondisi tersebut mendorong Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Bungursari turun tangan.
Baca Juga:Kota Tasikmalaya Gaungkan Santri Melek Teknologi dan InovasiBukan Sekadar Viral, Pemuda Tasikmalaya Harus Jadi Agen Perubahan
Bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026, Kamis (22/10), organisasi kepemudaan tersebut menyalurkan bantuan air bersih kepada warga RT 001 RW 001, Aboh, Kelurahan Sukamulya, Kecamatan Bungursari.
Aksi sosial itu menjadi bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang kesulitan memenuhi kebutuhan dasar.
Di saat air bersih menjadi kebutuhan mendesak, warga justru masih harus menghadapi persoalan yang semestinya mendapat perhatian serius dari pemerintah.
Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Bungursari, Muhamad Asep Ramdan Al Qusaeri, mengatakan pengabdian organisasi tidak cukup diwujudkan melalui slogan atau kegiatan seremonial.
Kehadiran organisasi, menurut dia, harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Bagi Ansor, pengabdian bukan sekadar slogan. Ketika masyarakat membutuhkan bantuan, kami berupaya hadir dan mengambil bagian. Penyaluran air bersih ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap warga yang sedang menghadapi kesulitan,” ujarnya.
Menurut Asep, momentum Hari Santri Nasional harus menjadi pengingat bahwa semangat perjuangan para ulama dan santri perlu diterjemahkan melalui tindakan nyata.
Bukan sekadar diperingati setiap 22 Oktober, melainkan diwujudkan dalam kepedulian terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.
Baca Juga:Laptop Kreator Makin Perkasa! ASUS ProArt P14 dan P16 dengan Nvidia RTX Spark Resmi HadirMahasiswa Filipina Bakal Magang di Kota Tasikmalaya, Peluang Ekspor UMKM Terbuka
Dia juga berharap persoalan kekeringan dan keterbatasan akses air bersih di wilayah tersebut mendapat perhatian pemerintah serta pihak terkait.
Dengan begitu, warga tidak terus-menerus bergantung pada bantuan ketika kesulitan air melanda.
Keberadaan warga terdampak kekeringan di belakang pusat pemerintahan menjadi ironi tersendiri.
Di satu sisi, aktivitas pemerintahan berlangsung di kawasan yang sama; di sisi lain, kebutuhan mendasar berupa air bersih masih menjadi persoalan bagi sebagian masyarakat.
Bagi GP Ansor Bungursari, penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari khidmah kepada masyarakat.
Namun, bantuan sesaat belum cukup untuk menyelesaikan persoalan yang berulang. Warga tetap membutuhkan solusi berkelanjutan agar akses air bersih tidak bergantung pada datangnya bantuan sosial.
