Kota Tasikmalaya Gaungkan Santri Melek Teknologi dan Inovasi

Tradisi Terjaga, Teknologi Dikuasai
Kemeriahan Apel Akbar Hari Santri Nasional tingkat Kota Tasikmalaya di lapangan Stadion Wiradadaha, Kamis (22/10/2026). istimewa
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Santri tak cukup hanya menjadi penjaga tradisi keagamaan.

Di tengah perkembangan zaman, mereka juga dituntut menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi agar mampu mengambil peran strategis dalam pembangunan bangsa.

Pesan tersebut mengemuka dalam amanat Menteri Agama Republik Indonesia yang disampaikan Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, saat Apel Besar dan Kirab Hari Santri Nasional di Stadion Wiradadaha, Kamis (22/10/2026).

Baca Juga:Bukan Sekadar Viral, Pemuda Tasikmalaya Harus Jadi Agen PerubahanLaptop Kreator Makin Perkasa! ASUS ProArt P14 dan P16 dengan Nvidia RTX Spark Resmi Hadir

Mengusung tema Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas, peringatan tahun ini menjadi pengingat bahwa kontribusi santri tidak berhenti pada catatan sejarah perjuangan kemerdekaan.

Tantangan berikutnya adalah membuktikan kemampuan melalui karya, pengabdian, dan inovasi yang berdampak bagi masyarakat.

Dalam amanat tersebut, Viman menyampaikan bahwa perjuangan santri pada masa lalu harus dilanjutkan dengan kemampuan menjawab tantangan zaman.

Jika dahulu santri turut berjuang mempertahankan kemerdekaan, kini mereka diharapkan ikut memperkuat bangsa melalui penguasaan ilmu agama sekaligus ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Santri bisa menjadi ulama, ilmuwan, pendidik, pengusaha, bahkan pemimpin bangsa. Karena itu, kuasailah ilmu agama sekaligus ilmu pengetahuan dan teknologi. Jagalah tradisi pesantren, tetapi jangan takut menghadapi perubahan,” ujar Viman.

Pesan tersebut menempatkan pesantren bukan semata sebagai lembaga pendidikan keagamaan, melainkan juga ruang pembentukan sumber daya manusia yang berdaya saing. Tradisi tetap dijaga, tetapi inovasi tak boleh tertinggal.

Apalagi, Indonesia tengah menatap target Indonesia Emas 2045, ketika usia kemerdekaan genap satu abad.

Baca Juga:Mahasiswa Filipina Bakal Magang di Kota Tasikmalaya, Peluang Ekspor UMKM TerbukaMahasiswa Bisnis Pariwisata UMB Siap Hadapi Pasar Global, Perkuat Narasi dan Literasi Digital

Untuk mencapai cita-cita tersebut, dibutuhkan generasi yang unggul, berintegritas, mampu beradaptasi, serta memiliki daya saing di tengah perubahan global.

Amanat itu juga menyinggung pentingnya kesungguhan dalam menuntut ilmu. Prinsip man jadda wajada, yang berarti siapa bersungguh-sungguh akan berhasil, kembali ditegaskan sebagai nilai yang perlu diterapkan santri dalam kehidupan dan pengabdian.

Selain penguatan kapasitas intelektual, santri didorong menjadi penggerak kemandirian ekonomi, menjaga persatuan dan kerukunan, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.

Nilai-nilai agama diharapkan tetap menjadi landasan dalam menghadapi perkembangan zaman.

Pemerintah, dalam amanat tersebut, juga menegaskan komitmen memperkuat pesantren melalui pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren di lingkungan Kementerian Agama.

0 Komentar