Keberadaan unit tersebut diarahkan untuk memperkuat tiga fungsi utama pesantren, yakni pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.
Peringatan Hari Santri pun diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan. Semangat Resolusi Jihad yang dimaklumatkan Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945 perlu diteruskan melalui kontribusi nyata bagi bangsa.
Sejarah mencatat, Resolusi Jihad turut membangkitkan semangat perjuangan umat Islam dalam mempertahankan kemerdekaan dan menggerakkan perlawanan rakyat menjelang peristiwa 10 November 1945.
Baca Juga:Bukan Sekadar Viral, Pemuda Tasikmalaya Harus Jadi Agen PerubahanLaptop Kreator Makin Perkasa! ASUS ProArt P14 dan P16 dengan Nvidia RTX Spark Resmi Hadir
Dalam Apel Besar Hari Santri di Kota Tasikmalaya, H Wahid, Ketua DPC PKB, bertindak sebagai pemimpin apel. Perwakilan PCNU, KH Aceng Mubarok, membacakan Resolusi Jihad.
Sementara itu, Ketua Forum Pondok Pesantren (FPP), KH Nono Nurul Hidayat, membacakan Ikrar Santri. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tasikmalaya, KH Muhammad Aminudin Bustomi, memimpin pembacaan doa.
Melalui momentum tersebut, semangat Hari Santri 2026 diarahkan untuk memperkuat peran pesantren dalam mencetak generasi yang tidak hanya kokoh dalam nilai keagamaan, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan tantangan masa depan.
Sebab, menuju Indonesia Emas tak cukup hanya dengan merawat kebanggaan atas sejarah. Dibutuhkan generasi yang mampu menerjemahkan nilai perjuangan menjadi kerja nyata. (rezza rizaldi)
