TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Era digital menuntut pemuda tak cukup hanya piawai menggunakan media sosial.
Mereka juga harus mampu memanfaatkan teknologi untuk membangun kepemimpinan, mengembangkan organisasi, hingga melahirkan inovasi bagi masyarakat.
Tantangan inilah yang coba dijawab Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Tasikmalaya melalui pelatihan Digital Leadership.
Baca Juga:Laptop Kreator Makin Perkasa! ASUS ProArt P14 dan P16 dengan Nvidia RTX Spark Resmi HadirMahasiswa Filipina Bakal Magang di Kota Tasikmalaya, Peluang Ekspor UMKM Terbuka
Kegiatan bertajuk Digital Leadership: Akselerasi Pemuda Tasikmalaya sebagai Agen Perubahan di Era Inovasi itu digelar di Gedung Pengembangan Kompetensi ASN-Ciawi BKPSDM Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (20/10/2026).
Ratusan peserta dari berbagai organisasi kepemudaan mengikuti kegiatan tersebut.
Pelatihan dibuka Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Disparpora Kabupaten Tasikmalaya, Asep Muslihat Permana. Hadir pula Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya, H Aep Syaripudin.
Dua narasumber dihadirkan untuk memperkuat kapasitas peserta. CEO PT Dthree Sukses Mulia, Rusman, membawakan materi kepemimpinan pemuda dan penguatan organisasi di era digital.
Sementara itu, pakar komunikasi Andi Gumilar membahas pengembangan sumber daya manusia (SDM), inovasi, dan kolaborasi pemuda untuk pembangunan daerah.
Asep mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Disparpora meningkatkan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) Kabupaten Tasikmalaya.
Peningkatan itu tidak cukup hanya mengejar kuantitas partisipasi pemuda, tetapi juga harus diiringi kualitas, karakter, dan kemampuan kepemimpinan.
“Ini sebetulnya lebih ke arah pelaksanaan program karena memang kami dari bidang kepemudaan punya kewajiban untuk bagaimana IPP ini meningkat. Salah satunya melalui pelatihan kepemimpinan dan pelatihan kewirausahaan,” kata Asep.
Baca Juga:Mahasiswa Bisnis Pariwisata UMB Siap Hadapi Pasar Global, Perkuat Narasi dan Literasi DigitalHUT ke-62 Golkar di Kota Tasikmalaya, Ziarah Pahlawan Jadi Pengingat Pengabdian untuk Rakyat
Menurutnya, kemampuan digital menjadi kebutuhan penting bagi pemimpin muda di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat.
Pemuda yang ingin membawa perubahan harus mampu mengikuti perkembangan zaman, bukan justru tertinggal oleh teknologi yang digunakan setiap hari.
“Anak baru lahir juga sudah tahu digital, masa kita pemimpin saja tidak bisa bermain digital,” kelakarnya.
Namun, Asep menegaskan, kepemimpinan digital tidak sebatas kemampuan mengoperasikan perangkat atau aktif di media sosial.
Teknologi harus ditempatkan sebagai alat untuk meningkatkan kapasitas diri, memperluas jejaring, dan memperkuat peran pemuda di lingkungan masing-masing.
“Teknologi digital ini hanya sebagai alat, bagaimana alat kita untuk mengembangkan kapasitas diri. Memanfaatkan teknologi, bukan dimanfaatkan oleh teknologi,” tegasnya.
