Ia berharap, peserta pelatihan tidak berhenti pada pemahaman materi. Mereka diharapkan mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh sekaligus membagikannya kepada anggota organisasi dan komunitas masing-masing.
Dengan begitu, pelatihan dapat menjadi proyek percontohan yang memicu perubahan lebih luas di kalangan pemuda Kabupaten Tasikmalaya.
Asep juga menekankan pentingnya melahirkan generasi muda yang kreatif, inovatif, inklusif, dan tidak diskriminatif. Karakter tersebut dinilai menjadi modal untuk menjalankan fungsi pemuda sebagai agent of change atau agen perubahan.
Baca Juga:Laptop Kreator Makin Perkasa! ASUS ProArt P14 dan P16 dengan Nvidia RTX Spark Resmi HadirMahasiswa Filipina Bakal Magang di Kota Tasikmalaya, Peluang Ekspor UMKM Terbuka
“Indikatornya bukan hanya meningkatnya kuantitas, tetapi juga kualitas. Kita ingin pemuda yang memiliki karakter kepemimpinan,” terangnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya H Aep Syaripudin menilai, tema kepemimpinan digital sangat relevan dengan kondisi saat ini.
Menurutnya, pemuda perlu memahami bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk memperkuat kepemimpinan dan organisasi.
Ia mengingatkan, perkembangan digital membawa peluang sekaligus risiko. Karena itu, generasi muda harus mampu memilah manfaat teknologi dan menghindari dampak negatifnya.
“Intinya, mau tidak mau, tidak bisa dipungkiri bahwa kita sudah hidup dalam era digital. Melalui kegiatan ini, mudah-mudahan para pemuda, khususnya di bidang kepemudaan, bisa menyesuaikan diri dengan akselerasi digital leadership,” tutur Aep.
Ia berharap, kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dengan dukungan berbagai pihak agar manfaatnya menjangkau lebih banyak organisasi dan komunitas pemuda. (rezza rizaldi)
