TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Baru dilantik, Ketua Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Kota Tasikmalaya, Deden Khairul, langsung menunjukkan kiprah.
Melalui Pekan Ekonomi Kreatif (Pekraf) yang digelar pada 17–20 Oktober 2026, Gekrafs berhasil menghadirkan ruang promosi bagi 21 subsektor ekonomi kreatif sekaligus mengangkat potensi produk lokal.
Kegiatan yang berlangsung di Plaza Asia Tasikmalaya itu menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi ke-25 Kota Tasikmalaya.
Baca Juga:Stok Darah RSUD dr. Soekardjo Terbantu, Ratusan Prajurit Macan Putih Turun TanganRetribusi Kios Pasar Kota Tasikmalaya Bakal Naik 25 Persen, Pedagang Minta Tunggakan Dihapus
Pelaksanaannya mendapat apresiasi dari Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamenekraf) Irene Umar hingga Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan.
Apresiasi tersebut bukan semata karena ramainya kegiatan. Pekraf dinilai mampu mempertemukan kreativitas pelaku usaha dengan identitas lokal yang berpeluang dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi.
Wamenekraf Irene Umar mengapresiasi kepemimpinan Viman yang dinilainya memiliki kepedulian terhadap masyarakat dan mampu merangkul berbagai kalangan.
“Kalian beruntung punya pemimpin atau Wali Kota Viman yang care kepada masyarakatnya. Dari Cepot ke Titi dan Tata itu sebagai tanda cinta beliau kepada masyarakat, merangkul semua kalangan,” ujar Irene, belum lama ini.
Irene juga menyoroti peran Gekrafs Kota Tasikmalaya di bawah kepemimpinan Deden Khairul.
Menurutnya, antusiasme pelaku ekonomi kreatif menjadi modal penting, terlebih persiapan Pekraf dilakukan dalam waktu relatif singkat.
“Apalagi dengan peran Gekrafs di bawah kepemimpinan Kang Deden Khairul, itu optimis. Aku happy banget atas antusiasme mereka. Apalagi untuk persiapan, teman-teman Gekrafs ini diberi waktu yang cukup mepet,” katanya.
Baca Juga:Ironis, Warga Belakang Bale Kota Tasikmalaya Kesulitan Air BersihKota Tasikmalaya Gaungkan Santri Melek Teknologi dan Inovasi
Salah satu hal yang mendapat perhatian Irene adalah pengembangan maskot Tata dan Titi menjadi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Langkah ini dinilai sebagai contoh bagaimana identitas daerah dapat diolah menjadi peluang usaha.
Menurut Irene, Indonesia memiliki banyak produk UMKM yang berpotensi dikembangkan. Karena itu, identitas khas daerah perlu dimanfaatkan agar produk lokal memiliki karakter dan daya tarik tersendiri.
“Gekrafs ini sebuah gerakan ekonomi kreatif yang sudah lama banget bergerak di ekonomi kreatif. Mereka bisa menangkap opportunity untuk maskot dan langsung menjadikan Tata dan Titi ini sebagai produk UMKM,” ungkapnya.
