Kelas Menengah Makin Rentan, Pendapatan Naik Belum Tentu Bikin Keuangan Aman

Belanja
Beberapa pengunjung saat berbelanja di Plaza Asia Tasikmalaya, beberapa waktu lalu. Fitriah Widayanti/Radar Tasikmalaya
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Pendapatan yang terlihat cukup belum tentu menjamin kondisi keuangan rumah tangga tetap sehat.

Di tengah kebutuhan hidup yang terus menyita penghasilan, kelas menengah menghadapi tantangan untuk menjaga keseimbangan antara konsumsi, tabungan, cicilan, dan dana darurat.

Kondisi tersebut membuat ketahanan finansial kelas menengah semakin penting untuk diperhatikan.

Baca Juga:Bukan Sekadar Viral, Pemuda Tasikmalaya Harus Jadi Agen PerubahanLaptop Kreator Makin Perkasa! ASUS ProArt P14 dan P16 dengan Nvidia RTX Spark Resmi Hadir

Sebab, ukuran kesejahteraan tidak cukup hanya dilihat dari besarnya pendapatan atau aset yang dimiliki, tetapi juga dari kemampuan mengelola penghasilan dan menghadapi tekanan ekonomi yang datang tiba-tiba.

Dosen STIMIK DCI sekaligus Direktur Soekapura Institut, Danial Kusumah, M.M., mengatakan kerentanan keuangan masyarakat perlu diukur melalui sejumlah indikator yang lebih menyeluruh.

“Kerentanan ini perlu dilihat bukan hanya dari pendapatan atau aset, melainkan juga kemampuan memenuhi kebutuhan pokok, menabung, membayar kewajiban tanpa utang berlebihan, dan menghadapi keadaan darurat,” kata Danial, Rabu (21/10/2026).

Menurutnya, pendapatan yang besar belum tentu mencerminkan kondisi keuangan yang kuat.

Pengeluaran untuk pangan, transportasi, pendidikan, kesehatan, cicilan, hingga tanggungan keluarga dapat menggerus penghasilan sebelum sempat dialokasikan untuk tabungan.

Akibatnya, ruang untuk membangun cadangan keuangan semakin sempit. Penghasilan boleh jadi terlihat memadai di atas kertas, tetapi kemampuan menghadapi kebutuhan mendadak belum tentu sekuat yang dibayangkan.

Situasi tersebut menjadi persoalan ketika rumah tangga menghadapi guncangan ekonomi, seperti kehilangan pekerjaan, biaya kesehatan, kebutuhan pendidikan, atau pengeluaran tak terduga lainnya.

Baca Juga:Mahasiswa Filipina Bakal Magang di Kota Tasikmalaya, Peluang Ekspor UMKM TerbukaMahasiswa Bisnis Pariwisata UMB Siap Hadapi Pasar Global, Perkuat Narasi dan Literasi Digital

Tanpa dana darurat yang cukup, kebutuhan mendesak berisiko mendorong rumah tangga mengambil utang tambahan.

Danial menilai, posisi kelas menengah memiliki tantangan tersendiri dalam mengakses perlindungan sosial.

Sebagian kelompok ini bisa saja memiliki penghasilan di atas kriteria penerima bantuan sosial, tetapi belum tentu mempunyai daya tahan finansial yang cukup untuk menghadapi tekanan ekonomi secara mandiri.

Kondisi itu menunjukkan bahwa kemampuan ekonomi tidak semata-mata ditentukan oleh nominal penghasilan.

Besarnya biaya hidup, beban tanggungan, kewajiban bulanan, serta ketersediaan simpanan ikut menentukan seberapa aman kondisi keuangan sebuah keluarga.

Karena itu, penilaian terhadap ketahanan kelas menengah perlu mencakup kemampuan memenuhi kebutuhan dasar, menyisihkan penghasilan, membayar kewajiban tanpa menumpuk utang secara berlebihan, dan bertahan ketika terjadi keadaan darurat.

0 Komentar