Jangan Sibuk Menghitung Pilkada!

Viman alfairizi ramadhan, diky candra
Ilustrasi AI/ChatGPT
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Ada yang seharusnya lebih penting daripada urusan siapa paling berpengaruh di Balai Kota Tasikmalaya.

Bukan siapa yang paling dekat dengan wali kota. Bukan siapa yang paling didengar wakil wali kota. Bukan pula siapa yang paling benar ketika bicara di depan publik.

Yang lebih penting: siapa yang paling banyak memberikan manfaat kepada masyarakat.

Baca Juga:Dadaha Gemerlap, Jalanan Gelap! Event Lumiland Menunjukkan Lemahnya Pemkot TasikmalayaSDN Galunggung Borong Trofi Juara 1 Kompetisi LPS Kota Tasikmalaya 2026

Viman Alfarizi Ramadhan dan Diky Candra dipilih untuk memimpin Kota Tasikmalaya. Mereka datang dengan janji kampanye, harapan politik, dan kepercayaan masyarakat.

Maka, seharusnya sekarang keduanya sedang berlomba. Berlomba dalam kebaikan. Berlomba memberikan solusi. Berlomba memperbaiki pelayanan. Berlomba menghadirkan program yang benar-benar dirasakan warga. Bukan berlomba menjelaskan siapa yang paling benar.

Saya kira, sesekali Viman dan Diky perlu membaca komentar publik di media sosial. Bukan hanya membaca komentar yang menyenangkan. Bukan hanya komentar pendukung.

Bukan pula komentar dari orang-orang yang selalu mengatakan bahwa semua keputusan pimpinan pasti benar. Bacalah semuanya. Termasuk komentar yang pedas. Termasuk kritik yang membuat dahi berkerut. Termasuk sindiran yang kadang lebih tajam daripada laporan resmi.

Tentu saja, komentar netizen tidak selalu mewakili seluruh masyarakat. Ada yang objektif, ada yang emosional, ada pula yang sekadar ikut meramaikan percakapan.

Tetapi ketika sebuah persoalan terus menjadi bahan pembicaraan, bukankah itu layak dijadikan bahan evaluasi? Lo Netizen mungkin tidak tahu seluruh proses birokrasi. Mereka mungkin tidak memahami semua aturan administrasi.

Tetapi mereka tahu satu hal: apa yang mereka lihat dan rasakan. Kalau pelayanan membaik, mereka bisa merasakannya. Kalau jalan rusak, mereka tahu di mana lubangnya. Kalau program membantu ekonomi keluarga, mereka merasakan manfaatnya.

Baca Juga:BKMM Kota Tasikmalaya Berkomitmen Perkuat Dampak Masjid, Hadirkan Pengajian di Beranda Media Sosial WargaKursi Dewas, Kota Cemas!

Dan kalau dua pemimpin terlihat kurang seirama, mereka pun bisa bertanya-tanya. Jangan sampai netizen sudah sibuk mengkhawatirkan hubungan pemimpinnya, sementara pemimpinnya justru sibuk mengkhawatirkan penilaian satu sama lain.

Itu akan menjadi ironi. Sebab masyarakat memilih pemimpin untuk mengurus kota, bukan untuk menebak suasana di dalam ruang pimpinan.

Viman-Diky memiliki pekerjaan yang jauh lebih besar daripada sekadar menjaga citra kebersamaan. Mereka harus membuktikan janji kampanyenya. Program pendidikan harus memberikan hasil. Pelayanan kesehatan harus semakin mudah dijangkau.

0 Komentar