Dari Senayan Kembali ke Cipasung!

Kh Acep Adang Ruhiat
KH Drs. Acep Adang Ruhiat, M.Si., Pimpinan Ponpes Cipasung
0 Komentar

Kami duduk. Berbincang. Berdiskusi. Air mineral disuguhkan. Buah-buahan tersedia. Beberapa camilan ikut menemani percakapan.

Jamuan sederhana. Tetapi terasa istimewa. Saya sampai berpikir: barangkali inilah salah satu kekuatan pesantren yang sesungguhnya.

Bukan sekadar mengajarkan ilmu agama. Bukan hanya melahirkan para hafiz atau ulama. Melainkan mengajarkan bagaimana memuliakan manusia.

Baca Juga:Pengangkatan Asep MP sebagai Dewas RSUD Dinilai Langkah NekatPansel Dewas RSUD dan DPRD Kota Tasikmalaya Rapat Tertutup Bahas Pengangkatan Asep MP

Siapa pun orangnya. Tanpa terlebih dahulu memeriksa jabatan, kekayaan, gelar akademik, atau kedekatan politiknya.

Saya takzim. Bukan semata-mata karena beliau putra seorang ulama besar. Bukan pula karena pernah duduk dua periode di DPR RI.

Saya takzim karena caranya memperlakukan tamu. Tutur katanya lembut. Tidak meledak-ledak. Tidak berusaha mendominasi pembicaraan.

Ada kesejukan dalam setiap penjelasannya. Barangkali itulah yang membedakan seorang tokoh yang hanya memiliki jabatan dengan seorang tokoh yang memiliki kewibawaan.

Jabatan bisa diberikan melalui surat keputusan. Kewibawaan tidak. Percakapan kemudian mengalir ke perjalanan hidupnya.

Dari pesantren menuju dunia organisasi. Dari dunia pendidikan menuju panggung politik. Dari Tasikmalaya menuju Senayan.

Hingga akhirnya kembali lebih banyak mencurahkan waktu untuk Cipasung. KH Acep lahir di Tasikmalaya pada 1 Agustus 1958. Pendidikannya ditempuh antara lain di Universitas Siliwangi, yang diselesaikannya pada 1988. Kemudian melanjutkan pendidikan pascasarjana di Universitas Garut dan lulus pada 2000.

Baca Juga:Soal Surat Keberatan Pengangkatan Dewas RSUD dr Soekardjo, Opik Minta Jawaban TertulisKeberatan Administratif Guncang Dewas RSUD, Wali Kota Tasikmalaya Diminta Cabut SK Pengangkatan

Jauh sebelum menjadi anggota DPR RI, dunia pendidikan sudah menjadi bagian hidupnya. Ia pernah mengajar di SMA Islam Cipasung dan MAN Cipasung. Juga membina mahasiswa di lingkungan Institut Agama Islam Cipasung.

Artinya, sebelum mengenal ruang sidang parlemen, beliau sudah lebih dahulu mengenal ruang kelas. Sebelum berhadapan dengan para menteri, beliau sudah berhadapan dengan murid dan mahasiswa.

Sebelum membahas anggaran negara, beliau sudah memahami persoalan pendidikan. Karier organisasinya pun panjang. Sejak 1980-an, KH Acep aktif dalam berbagai organisasi kepemudaan. Dari lingkungan kemahasiswaan Universitas Siliwangi, Pemuda Pancasila, KNPI, hingga GP Ansor.

Ia juga pernah menjadi Wakil Ketua PCNU Kabupaten Tasikmalaya. Politik kemudian menjadi bagian lain dari perjalanan hidupnya.

Melalui PKB, KH Acep pernah menjadi Ketua Dewan Tanfidz PKB Kabupaten Tasikmalaya pada 2008. Kemudian dipercaya menduduki posisi Ketua Dewan Syuro.

0 Komentar