“Kami ingin mencetak lulusan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, berkarakter, serta mampu bersinergi dengan pemerintah, dunia industri, dan industri kreatif untuk menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat,” katanya.
Kehadiran Program Studi Informatika UMTAS sekaligus menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi menjawab kebutuhan talenta digital yang terus berkembang.
Tantangannya tentu bukan perkara kecil. Teknologi bergerak cepat, sementara kebutuhan industri dan masyarakat berubah hampir setiap waktu.
Baca Juga:Hidup Sebatangkara, Pensiunan Ditemukan Meninggal di Pedestrian HZ Mustofa Kota TasikmalayaDefisit APBD Kota Tasikmalaya Menyusut Jadi Rp27 Miliar, Deden: Persoalan Fiskal Belum Tentu Usai
Karena itu, mahasiswa angkatan pertama tersebut akan menghadapi tantangan untuk membuktikan bahwa jargon transformasi digital tidak berhenti di ruang seminar atau materi PKKMB.
Mereka akan menjadi bagian dari generasi awal yang menentukan seperti apa wajah Program Studi Informatika UMTAS ke depan.
Pionir pun akhirnya bukan hanya soal menjadi yang pertama masuk kelas, tetapi juga siapa yang mampu meninggalkan jejak setelahnya. (rezza rizaldi)
