Aang Mulai Didorong, Arief Mulai Disebut!

Aang Budiana Ketua Golkar Tasikmalaya
Arif Arseha dan Aang Budiana, dua kader Golkar yang digadang layak jadi ketua DPD Golkar Kabupaten Tasikmalaya yang baru. (IST)
0 Komentar

“Saya menyerahkan sepenuhnya dorongan dari semua pihak, baik pimpinan Partai Golkar daerah, provinsi maupun DPP Golkar,” ujarnya.

Ia mengaku bersyukur atas dukungan yang mulai datang.

“Ya alhamdulillah kami ucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan oleh para OKP dan para tokoh di Kabupaten Tasikmalaya. Dukungan ini mudah-mudahan menjadi wasilah jika Allah SWT menakdirkan saya untuk maju,” ungkap Aang.

Kalimat terakhir itu penting. Jika Allah menakdirkan. Politik boleh punya kalkulator. Tetapi kader pesantren rupanya tetap membawa tasbih.

Baca Juga:KPK Geledah Rumah Guru di Tasikmalaya Terkait Dugaan Korupsi Penerimaan Maba UnsoedBecak Listrik Pun Tersenyum!

Aang juga menegaskan dirinya tidak ingin mendahului proses organisasi. Semua akan berjalan sesuai prosedur dan mekanisme Partai Golkar, mulai dari tingkat kabupaten, provinsi hingga DPP.

“Untuk dukungan dan kepercayaan yang disampaikan kepada kami mudah-mudahan dapat direalisasikan sesuai harapan. Yang jelas kami mengikuti prosedur dan mekanisme yang dilaksanakan oleh partai,” pungkasnya.

Dengan demikian, untuk sementara, posisi Aang cukup jelas. Belum menjadi calon resmi. Tetapi sudah menjadi nama yang didorong.

Dan dalam politik, dorongan adalah sesuatu yang menarik. Sebab ada orang yang maju karena ingin. Ada yang maju karena diminta.

Ada pula yang awalnya tidak ingin maju, tetapi terlalu banyak orang yang mendorongnya. Musda Golkar Kabupaten Tasikmalaya nanti akan memperlihatkan Aang masuk kategori yang mana.

Yang jelas, bursa sudah mulai bergerak.

Erry masih menjadi ketua. Arief sudah disebut. Aang mulai didorong.

Dan siapa tahu masih ada nama lain yang sedang duduk diam di belakang meja, sambil menunggu waktu yang tepat untuk berdiri. Begitulah politik. Kursinya hanya satu. Tetapi yang merasa punya kunci bisa banyak. (Diki Setiawan)

0 Komentar