Jenis gangguan lainnya adalah gangguan kognitif. Gangguan ini terjadi ketika pikiran pengendara tidak sepenuhnya tertuju pada aktivitas berkendara.
Beban pekerjaan, kondisi emosional, rasa lelah, hingga percakapan yang terlalu menyita perhatian dapat membuat pengendara kurang peka terhadap kondisi di sekelilingnya. Secara fisik mungkin pengendara masih mengendalikan sepeda motor, tetapi konsentrasi pikirannya tidak sepenuhnya berada di jalan.
Siapkan Semuanya Sebelum Berangkat
Menjaga fokus selama berkendara dapat dimulai dari kebiasaan sederhana sebelum perjalanan. Pengendara sebaiknya memastikan barang-barang yang dibutuhkan sudah tersimpan dengan aman sehingga tidak perlu mencarinya ketika motor sedang berjalan.
Baca Juga:Santika Indonesia Hadirkan Laras Lembur, Cara Berbeda Memperkuat Hospitality Jawa Barat Lewat Perjalanan PenuhStart dari Pit Lane, Rheza Danica Ciptakan Kejutan di ARRC Sepang 2026 dan Bawa AHRT Kokoh di Puncak Klasemen
Telepon seluler juga sebaiknya tidak diakses selama perjalanan. Jika membutuhkan navigasi, rute dapat diatur terlebih dahulu sebelum berangkat. Penggunaan perangkat pendukung navigasi juga perlu dilakukan dengan cara yang tidak mengharuskan pengendara memegang atau melihat telepon ketika sepeda motor sedang melaju.
Begitu pula apabila terdapat aktivitas lain yang harus dilakukan. Pengendara sebaiknya mencari tempat yang aman untuk berhenti sebelum menerima telepon, membalas pesan, minum, mengambil barang, maupun melakukan kebutuhan lainnya.
Ludhy Kusuma juga mengingatkan bahwa berhenti sejenak merupakan pilihan yang jauh lebih aman dibandingkan memaksakan diri melakukan aktivitas lain sambil mengendarai sepeda motor. Setelah kebutuhan tersebut selesai, pengendara dapat kembali melanjutkan perjalanan dengan kondisi yang lebih fokus.
Pada akhirnya, keselamatan berkendara tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mengendalikan sepeda motor. Faktor kebiasaan juga memiliki peran penting dalam menjaga keselamatan setiap perjalanan.
Memberikan perhatian penuh kepada jalan, memastikan kondisi tubuh tetap prima, menggunakan perlengkapan berkendara, serta mematuhi aturan lalu lintas merupakan bagian dari upaya menciptakan perjalanan yang lebih aman.
Jadikan berkendara sebagai aktivitas utama. Jangan biarkan aktivitas lain mengalihkan perhatian, karena beberapa detik kehilangan fokus dapat membuat perbedaan besar di jalan. (rls)
