“Bervariasi memang pekerjaannya. Ada dari sektor kesehatan, paramedik, dan paling banyak memang di sales. Nah, ini terus terang saja para pencari kerja itu agak kurang berminat di sales,” tuturnya.
Ke depan, Disnaker Kota Tasikmalaya juga berencana memperluas akses kesempatan kerja hingga peluang bekerja dan magang di luar negeri.
Deni mengatakan, tahap awal program difokuskan untuk mempertemukan perusahaan dengan pencari kerja di Kota Tasikmalaya.
Baca Juga:Geng Motor Mengganas Lagi di Kota Tasikmalaya, Mahasiswa Demo Gedung DPRD Hingga Malam HariAgus Nugraha Pimpin Gapensi Kota Tasikmalaya, Regenerasi dan Profesionalisme Jadi Pekerjaan Rumah
Namun, perusahaan dari luar daerah tetap dapat ikut serta membuka kesempatan kerja.
“Ini khusus untuk Kota Tasikmalaya. Tapi kalau perusahaannya dari mana saja kita terima,” ujarnya.
Selain perusahaan dalam negeri, Disnaker juga tengah menjajaki peluang kerja sama yang dapat membuka akses magang atau pekerjaan ke sejumlah negara seperti Jepang, China dan Jerman.
Menurut Deni, kerja sama tersebut nantinya dapat dilakukan melalui lembaga yang terafiliasi dengan perusahaan luar negeri.
Dengan pola tersebut, Hayu Gawe Go diharapkan bukan sekadar menjadi agenda rutin setiap pekan, tetapi menjadi salah satu pintu yang membuat informasi lowongan kerja lebih cepat sampai kepada masyarakat.
Sebab, dalam urusan mencari kerja, terkadang bukan semata-mata lowongannya yang tidak ada.
Informasinya saja yang keburu nyasar sebelum sampai kepada pencari kerja.
Di titik inilah Disnaker mencoba hadir dengan pola yang lebih sederhana: mempertemukan perusahaan dan pencari kerja tanpa harus menunggu job fair datang setahun sekali. (rezza rizaldi)
