Pompa Hidram Jawab Krisis Air di Desa Cikupa Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya

Desa cikupa karangnunggal
Warga Desa Cikupa Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya saat uji coba pompa, beberapa waktu lalu. (Istimewa)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Di tengah keterbatasan air bersih yang melanda sejumlah wilayah, Pemerintah Desa Cikupa, Kecamatan Karangnunggal, mengambil langkah konkret dengan membangun pompa hidram untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat.

Pompa hidram tersebut memanfaatkan sumber air yang berada di kawasan Jembatan PSDA, wilayah Tebongjaya. Dari lokasi tersebut, air dialirkan menuju sejumlah permukiman warga di Desa Cikupa melalui jaringan penyaluran sepanjang kurang lebih 2 kilometer.

Pembangunan fasilitas ini dilakukan Kepala Desa Cikupa Yuda Heryadi bersama jajaran perangkat desa dengan melibatkan dan dibantu langsung oleh masyarakat. Langkah tersebut menjadi upaya pemerintah desa memanfaatkan potensi sumber air lokal untuk mempercepat penanganan kebutuhan dasar warga.

Baca Juga:DPRD Jabar Bahas PAPBD 2026, NasDem Soroti Penurunan Pendapatan hingga Rencana Utang Rp3,4 TriliunDemokrat Kabupaten Tasikmalaya Gebrak Sukarame, Gelar Lomba Rakyat Semarakkan Kemerdekaan

Pemdes Cikupa tidak hanya menunggu bantuan dari pihak lain. Sumber air yang tersedia di wilayah desa diupayakan agar dapat dimanfaatkan secara langsung untuk membantu masyarakat yang mengalami keterbatasan akses air bersih.

Langkah tersebut mendapat apresiasi dari Camat Karangnunggal Suherman. Menurutnya, inisiatif tersebut menunjukkan kepedulian pemerintah desa terhadap persoalan yang langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.

“Ini merupakan sebuah langkah dan ikhtiar yang sangat bagus dari Pemdes Cikupa. Tentu kami sangat mengapresiasi. Di tengah segala keterbatasannya, pemerintah desa bisa membantu untuk meringankan warga masyarakatnya,” ujar Suherman Camat Karangnunggal kepada Radar, Kamis (3/9/2026).

Suherman menilai pemanfaatan sumber air lokal melalui pompa hidram dapat menjadi solusi alternatif bagi desa-desa yang menghadapi persoalan keterbatasan air bersih.

Terlebih, air merupakan salah satu kebutuhan dasar masyarakat yang harus mendapatkan perhatian pemerintah. Karena itu, sumber air yang berada di sekitar wilayah desa perlu diidentifikasi dan dikelola secara optimal dengan tetap memperhatikan keberlanjutan serta ketentuan yang berlaku.

“Tidak hanya mengharapkan dari sisi bantuan dari pihak lain, tapi mengusahakan sumber-sumber air yang berada di wilayahnya untuk bisa dimanfaatkan bagi kepentingan warganya,” katanya.

Menurut Suherman, langkah Pemdes Cikupa juga dapat menjadi contoh bagi desa lain yang menghadapi persoalan serupa. Kreativitas pemerintah desa yang didukung gotong royong masyarakat dinilai penting untuk mencari solusi di tengah keterbatasan sarana dan sumber daya.

0 Komentar