Polisi Amankan Satu Terduga Pelaku Penganiayaan Penjual Jasuke yang Meninggal di Jalan Ir Juanda Cilembang

kasus geng motor
gambar ilustrasi: AI.Gemini
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tasikmalaya terus melakukan penyelidikan terkait dugaan penganiayaan terhadap remaja penjual jasuke, IMM (16), yang akhirnya meninggal dunia setelah mengalami luka serius.

Dalam penanganan kasus tersebut, polisi telah mengamankan satu orang yang diduga terlibat dalam kejadian penganiayaan yang menimpa Ikrom.

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya, AKP Januar Rangga Fardhela, membenarkan bahwa pihaknya telah mengamankan satu orang yang diduga sebagai pelaku dalam kasus tersebut.

Baca Juga:35 Tahun Primajasa: ETA, Disiplin, dan Jalan Pengabdian H. Amir MahpudPeriksa Saksi Tragedi Cilembang, Polres Tasikmalaya Kota Ungkap Fakta Begini

“Sudah kita amankan satu orang yang diduga menjadi pelaku dalam kejadian tersebut,” ujar Januar.

Namun, polisi masih terus mendalami fakta dan rangkaian kejadian yang sebenarnya. Januar juga meluruskan informasi mengenai keterkaitan antara korban dengan kelompok atau geng motor yang diduga berada di sekitar lokasi kejadian.

Menurutnya, berdasarkan informasi sementara yang diperoleh kepolisian, korban diduga tergabung dalam kelompok atau geng motor tersebut. Sementara itu, orang yang telah diamankan sebagai terduga pelaku disebut merupakan warga di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).

“Yang diduga tergabung dari grup atau geng motor tersebut adalah korban itu sendiri. Sedangkan terduga pelaku adalah masyarakat sekitar TKP,” kata Januar.

IMM, remaja asal Lewimalang, Kelurahan Bantarsari, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, sebelumnya diduga menjadi korban penganiayaan di Jalan Ir H Juanda, tepatnya di depan eks Terminal Cilembang.

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (30/8/2026) sekitar pukul 04.00 WIB. Ikrom mengalami luka serius, terutama pada bagian kepala, dan sempat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Hermina Tasikmalaya.

Setelah beberapa hari mendapatkan perawatan, kondisi Ikrom dilaporkan memburuk hingga akhirnya meninggal dunia pada Rabu (2/9/2026) sekitar pukul 13.00 WIB. (Ujang Nandar)

0 Komentar