PMII Unitas Bawa Gerakan Mahasiswa Lebih Dekat ke Masyarakat

pmi unitas
Kegiatan bakti sosial PMII Unitas. (ist)
0 Komentar

“Kita ingin kader PMII punya kaki yang menginjak realitas masyarakat dan kepala yang terus berpikir kritis. Jangan sampai kita pintar berbicara tentang teori perubahan, tetapi tidak pernah hadir ketika masyarakat membutuhkan perubahan,” ujarnya.

Momentum Maulid Nabi Muhammad SAW yang menjadi bagian dari kegiatan tersebut juga digunakan PMII untuk menegaskan pentingnya menerjemahkan nilai keteladanan Rasulullah ke dalam tindakan sosial.

Karena itu, Rifa’i berharap PMII Back to Society tidak berhenti setelah kegiatan di Cineam selesai. Persoalan yang didengar dari masyarakat menjadi pekerjaan lanjutan yang dapat dikaji dan dikawal oleh kader.

Baca Juga:35 Tahun Primajasa: ETA, Disiplin, dan Jalan Pengabdian H. Amir MahpudPeriksa Saksi Tragedi Cilembang, Polres Tasikmalaya Kota Ungkap Fakta Begini

“Ini bukan tentang satu hari kita turun ke masyarakat. Ini tentang bagaimana setelah pulang dari sini kita membawa keresahan masyarakat sebagai bahan perjuangan. Kalau ada persoalan yang harus dikawal, kita kawal. Kalau ada suara yang harus disampaikan, kita sampaikan. Kalau ada kebijakan yang perlu dikritisi, kita kritisi dengan argumentasi dan data,” tegasnya.

Bagi PMII Komisariat Unitas, turun ke masyarakat menjadi cara untuk memastikan gerakan mahasiswa tetap memiliki hubungan dengan persoalan nyata di luar kampus. Pengetahuan yang diperoleh di ruang akademik dan organisasi kemudian diuji melalui keterlibatan langsung dengan masyarakat.

Melalui PMII Back to Society, organisasi tersebut ingin membangun pola gerakan yang tidak sekadar hadir ketika menggelar kegiatan sosial, tetapi juga bersedia mendengar, memahami, dan mengawal persoalan yang ditemukan di tengah masyarakat. (Fitriah Widayanti)

0 Komentar