Sementara itu, Ketua MGMP Bahasa Inggris SMK Jawa Barat, Asep Dhani Gandani, S.S., Gr., menilai pelatihan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kompetensi guru Bahasa Inggris SMK.
Menurutnya, peserta tidak cukup hanya memperoleh wawasan baru. Pengetahuan dan strategi yang didapat selama pelatihan harus dapat diterjemahkan menjadi praktik pembelajaran yang relevan di sekolah masing-masing.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap para guru dapat memperoleh wawasan, strategi, dan pengalaman baru yang dapat diterapkan dalam pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah masing-masing, khususnya dalam mendukung peningkatan capaian TKA,” kata Asep.
Baca Juga:DPRD Jabar Bahas PAPBD 2026, NasDem Soroti Penurunan Pendapatan hingga Rencana Utang Rp3,4 TriliunDemokrat Kabupaten Tasikmalaya Gebrak Sukarame, Gelar Lomba Rakyat Semarakkan Kemerdekaan
Ia mengatakan, guru memiliki peran sentral dalam mempersiapkan peserta didik menghadapi berbagai tuntutan akademik. Karena itu, peningkatan kompetensi guru perlu dilakukan secara berkelanjutan agar pembelajaran mampu mengikuti kebutuhan peserta didik dan perkembangan zaman.
Terlebih bagi SMK, pembelajaran Bahasa Inggris memiliki tantangan tersendiri. Peserta didik tidak hanya dipersiapkan untuk memenuhi tuntutan akademik, tetapi juga dibekali kompetensi yang dapat digunakan untuk melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.
“Mengejar capaian TKA bukan hanya persoalan mempersiapkan siswa menghadapi tes, tetapi juga memastikan mereka memiliki kompetensi Bahasa Inggris yang benar-benar berguna untuk menghadapi masa depan,” pungkasnya. (obi)
Ratusan guru Bahasa Inggris SMK se-Jawa Barat dikumpulkan dan digembleng dalam Pelatihan Peningkatan TKA Guru Vokasi Bahasa Inggris di Universitas Perjuangan Tasikmalaya (Unper), Kamis (3/9/2026). (Istimewa)
