TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Perjalanan menuju Kampung Wangunwati, Desa Sukawangun, Kecamatan Karangnunggal, Kabupaten Tasikmalaya, membawa wisatawan menjauh dari hiruk-pikuk perkotaan. Hamparan sawah, perkebunan milik warga, serta suasana perkampungan yang masih asri perlahan berganti dengan bentang alam berbatu.
Di kawasan inilah Gua Malawang berada. Tersembunyi di wilayah selatan Kabupaten Tasikmalaya, kawasan tersebut menawarkan pengalaman wisata yang tidak sekadar menghadirkan keindahan alam. Di balik tebing dan lorong-lorong gua, tersimpan jejak kehidupan manusia pada masa lampau yang menjadikan kawasan ini memiliki nilai sejarah sekaligus daya tarik wisata.
Gua Malawang merupakan kawasan cagar budaya berupa kompleks gua alami dengan luas kurang lebih 5 hektare. Di dalamnya terdapat sejumlah gua, di antaranya Gua Keraton, Gua Dapur, Gua Batu Masigit, serta gua berbentuk Gajah.
Baca Juga:DPRD Jabar Bahas PAPBD 2026, NasDem Soroti Penurunan Pendapatan hingga Rencana Utang Rp3,4 TriliunDemokrat Kabupaten Tasikmalaya Gebrak Sukarame, Gelar Lomba Rakyat Semarakkan Kemerdekaan
Tak hanya gua, kawasan Malawang juga memiliki aliran sungai dengan bentang alam menyerupai canyon alami. Tebing batu, aliran air, serta lingkungan pedesaan yang mengelilinginya membentuk lanskap alami yang memiliki karakter berbeda dari destinasi wisata yang mengandalkan wahana buatan.
Dari pusat Kota Tasikmalaya, Gua Malawang berjarak sekitar 35 hingga 40 kilometer. Perjalanan menggunakan kendaraan pribadi membutuhkan waktu kurang lebih 1,5 hingga 2 jam, bergantung pada kondisi perjalanan.
Rute yang umum dilalui yakni dari Kota Tasikmalaya menuju Kawalu, kemudian melintasi Jalan Raya Cibalong-Karangnunggal. Dari pertigaan sebelum Desa Setiawaras, perjalanan dilanjutkan dengan berbelok ke kiri menuju Desa Sukawangun, kemudian Kampung Wangunwati hingga mencapai kawasan Gua Malawang.
Akses menuju lokasi memang belum sepenuhnya ideal. Namun, kondisi tersebut justru menghadirkan pengalaman tersendiri. Perjalanan menuju lokasi menjadi bagian dari wisata itu sendiri karena pengunjung disuguhi pemandangan pedesaan, hamparan persawahan, perkebunan dan aktivitas masyarakat yang masih berjalan dalam suasana alami.
Salah seorang pemandu dari KawanLokal Desa Sukawangun, Ika Mustikawati, mengatakan Gua Malawang merupakan salah satu potensi wisata yang memiliki perpaduan antara nilai sejarah dan keindahan alam.
“Keberadaan kompleks goa tersebut membuat wisatawan tidak hanya datang untuk menikmati pemandangan, tetapi juga dapat mengenal lebih jauh sejarah kawasan dan kehidupan masyarakat di sekitarnya,” ujarnya.
