Innalillahi! Penjual Jasuke yang Diduga jadi Korban Penganiayaan Geng Motor Meninggal Dunia

Korban geng motor tasikmalaya
Ikrom Maulana Malik, pedagang Jasuke asal Tamansari terbaring di rumah sakit pada Selasa (1/9/2026). Dia mendapat penganiayaan yang diduga dilakukan geng motor di Jalan Ir Djuanda pada Minggu dini hari (30/8/2026).
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Kabar duka menyelimuti keluarga Ikrom Maulana Malik, remaja berusia 16 tahun yang sehari-hari berjualan jasuke. Warga Lewimalang, Kelurahan Bantarsari, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, itu akhirnya meninggal dunia setelah tiga hari menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Hermina Tasikmalaya.

Ikrom sebelumnya diduga menjadi korban penganiayaan oleh kelompok geng motor di Jalan Ir H Juanda, tepatnya di kawasan depan eks Terminal Cilembang, Kota Tasikmalaya.

Korban mengembuskan napas terakhir pada Rabu (2/9/2026) sekitar pukul 13.00 WIB.

Kondisinya sempat kritis akibat mengalami luka parah di bagian kepala dalam insiden yang terjadi setelah dirinya pulang bekerja dan menonton pertunjukan musik di kawasan Cilembang.

Baca Juga:79 Mahasiswa UBK PSDKU Tasikmalaya Dinyatakan Lulus, 90 Persen Dinyatakan Telah BekerjaRatusan Warga Perum BMM Tasikmalaya Meriahkan HUT RI dengan Fun Walk dan Karnaval

Ibu korban, Meli Widiawati, membenarkan kabar meninggalnya sang anak. Menurutnya, Ikrom telah dinyatakan meninggal dunia pada Rabu siang setelah mendapatkan perawatan intensif selama tiga hari.

“Anak saya meninggal dunia sekitar pukul 13.00 WIB,” kata Meli, Rabu (2/9/2026).

Setelah dinyatakan meninggal, jenazah Ikrom kemudian dibawa ke Bandung untuk menjalani autopsi. Langkah tersebut dilakukan untuk membantu memastikan penyebab kematian korban, termasuk kaitannya dengan luka yang dialami setelah dugaan penganiayaan.

“Mhun a ayna nju di cndak ka bndung bde di otopsi,” singkat dia.

Sebelumnya, kondisi Ikrom sempat kritis dan membutuhkan penanganan medis secara intensif. Luka parah di bagian kepala membuat kondisi remaja tersebut terus dipantau oleh tim medis.

Peristiwa yang menimpa Ikrom juga sempat terekam dalam sebuah video yang kemudian beredar di media sosial. Dalam video tersebut, terlihat seorang remaja tergeletak dengan bagian kepala berlumuran darah dan kemudian dibopong oleh sejumlah temannya.

Dalam rekaman itu terdengar suara seseorang yang diduga merekam video mengatakan, “Kejadian di jalan mana ya ini, Teh? Di die tah, dibaledog gangster.”

Meli menuturkan, insiden tersebut bermula setelah Ikrom selesai menonton pertunjukan musik di kawasan Cilembang. Saat itu, anaknya baru selesai bekerja sebagai pedagang jasuke dan sempat berkumpul bersama sejumlah teman sebelum akhirnya terjadi insiden.

Baca Juga:Siswa MAN 1 Tasikmalaya Juara OBA Jabar, Syifa Auliya Lolos NasionalTak Lagi Menunggu Masyarakat Datang, RSUD dr Soekardjo Hadir Menyapa Lewat Program Sapa Sehat

Namun, Meli mengaku belum mengetahui secara pasti kronologi lengkap kejadian tersebut. Ia hanya memperoleh informasi bahwa Ikrom berada di posisi paling depan dan tidak mengenakan helm ketika peristiwa terjadi.

0 Komentar