“Jadi saat itu anak saya berada di posisi paling depan dan tidak memakai helm. Saya menduga korban dipukul menggunakan batu atau balok kayu ke bagian tengah kepala anak saya,” ungkapnya.
Meli mengatakan, kondisi anaknya semakin mengkhawatirkan setelah mendapat perawatan di rumah sakit. Dokter menyampaikan bahwa kondisi Ikrom sangat lemah sehingga membutuhkan penanganan intensif.
Di tengah kondisi tersebut, keluarga terus berupaya memberikan perawatan terbaik bagi Ikrom. Persoalan biaya pengobatan juga sempat menjadi beban bagi keluarga.
Baca Juga:79 Mahasiswa UBK PSDKU Tasikmalaya Dinyatakan Lulus, 90 Persen Dinyatakan Telah BekerjaRatusan Warga Perum BMM Tasikmalaya Meriahkan HUT RI dengan Fun Walk dan Karnaval
Meli sebelumnya mengaku kebingungan memenuhi biaya perawatan anaknya. Hingga hari kedua menjalani perawatan, biaya rumah sakit disebut telah mencapai sekitar Rp17 juta.
“Saya sekarang mengandalkan pengurusan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) untuk memproses administrasi,” tuturnya.
Kini, setelah Ikrom meninggal dunia, keluarga berharap kepolisian dapat segera mengungkap secara terang kasus yang menimpa anaknya.
Meli meminta aparat mengusut tuntas dugaan penganiayaan tersebut dan memproses pihak-pihak yang terbukti terlibat sesuai hukum yang berlaku.
Ia berharap kasus tersebut menjadi perhatian serius agar kejadian serupa tidak kembali terjadi dan tidak menimbulkan korban lainnya di Kota Tasikmalaya. (Ujang Nandar)
