“Kebetulan diperkirakan bayi ini dibuang oleh terduga pelaku sekira malam hari karena kondisi plasenta bayi sudah mengering,” tutur Endang.
Saat ditemukan, kondisi bayi cukup memprihatinkan. Selain tidak mengenakan pakaian, terdapat luka lecet pada kaki dan lebam di bagian dada.
“Alhamdulillah bayi dalam kondisi sehat, namun terdapat luka lecet di kaki, kemudian luka lebam di bagian dada. Seluruh wajah dan mulut penuh dengan tanah karena kondisi TKP adalah rumah kosong yang sudah lama tidak dihuni,” tambahnya.
Baca Juga:Ngantuk saat Berkendara, Avanza Hantam Pot dan Tiang PJU di Jalan Letnan Harun TasikmalayaMuludan Tingkat Kota Tasikmalaya di Pengajian Reboan Batal, Agenda yang Sudah Disiapkan Ikut Mundur
Rumah tersebut berada dalam kondisi kosong dan sudah lama tidak dihuni.
Bagian belakang rumah juga tidak memiliki pintu sehingga memungkinkan seseorang masuk ke dalamnya.
Setelah mendapatkan pemeriksaan awal dari Bidan Elis, bayi diberikan obat dan susu formula.
“Untuk perkembangan selanjutnya nanti diinformasikan lagi. Kasusnya masih dalam penyelidikan,” jelasnya.
Selanjutnya, bayi dibawa ke RSUD dr Soekardjo untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Penemuan bayi ini kini menjadi perhatian warga sekaligus polisi. Tangisan yang semula dikira suara anak kucing justru membuka sebuah persoalan serius: bagaimana seorang bayi yang baru lahir bisa berada sendirian di rumah kosong tanpa pakaian?
Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap siapa yang meninggalkan bayi tersebut dan bagaimana bayi itu bisa berada di lokasi.
Baca Juga:Fiskal Pemkot Tasikmalaya Terbatas, Diky Candra Jadi “Makelar Surga” Jembatani Bantuan Komeng dan LolaTak Sekadar Modal Berani! Ini Syarat Calon Ketua Gapensi Kota Tasikmalaya 2026-2031
Satu hal yang pasti, di tengah rumah kosong yang sunyi, tangisan bayi itu justru menjadi “alarm” paling keras bagi warga sekitar. Alarm bahwa ada persoalan kemanusiaan yang kini harus dijawab. (rezza rizaldi)
