Ia berpandangan, pemerintah maupun organisasi dunia usaha membutuhkan data yang akurat untuk membaca persoalan sekaligus menentukan prioritas program.
Dengan begitu, kebijakan ekonomi di daerah tidak sekadar berjalan berdasarkan asumsi.
Karim menyebut sejumlah agenda yang perlu diperkuat KADIN Kota Tasikmalaya ke depan.
Baca Juga:Tangisan Bayi di Rumah Kosong Indihiang Kota Tasikmalaya Bikin Geger, Sempat Dikira Suara KucingNgantuk saat Berkendara, Avanza Hantam Pot dan Tiang PJU di Jalan Letnan Harun Tasikmalaya
Mulai dari mendorong usaha mikro naik kelas, mempercepat transformasi digital, membuka akses pasar baru, memperkuat pembiayaan dan investasi hingga meningkatkan kapasitas sumber daya manusia.
Kemitraan antara pengusaha besar dengan pelaku usaha kecil dan mikro juga dinilai perlu diperkuat.
“Kalau kita bicara pertumbuhan ekonomi, tidak bisa hanya mengandalkan satu atau dua sektor. Semua harus bergerak dan saling terhubung. KADIN harus mampu membangun ekosistem itu,” bebernya.
Karim menegaskan, Mukota V KADIN Kota Tasikmalaya semestinya tidak berhenti pada perdebatan mengenai siapa yang akan menduduki kursi ketua.
Menurut dia, kontestasi tersebut harus menjadi ruang untuk menguji gagasan mengenai arah dunia usaha Kota Tasikmalaya selama lima tahun ke depan.
“Yang harus kita bicarakan bukan hanya siapa yang menjadi ketua. Yang lebih penting adalah apa yang akan kita kerjakan selama lima tahun ke depan dan apa manfaatnya bagi dunia usaha Tasikmalaya,” ucapnya.
Ia berharap KADIN ke depan dapat menjadi rumah besar yang mempertemukan pengusaha, pemerintah, investor, lembaga keuangan, akademisi dan pemangku kepentingan lainnya.
Baca Juga:Muludan Tingkat Kota Tasikmalaya di Pengajian Reboan Batal, Agenda yang Sudah Disiapkan Ikut MundurFiskal Pemkot Tasikmalaya Terbatas, Diky Candra Jadi “Makelar Surga” Jembatani Bantuan Komeng dan Lola
Karim menilai Kota Tasikmalaya sebenarnya memiliki modal cukup besar untuk berkembang. Kekuatan usaha mikro, ekonomi kreatif, produk lokal dan jaringan pengusaha di luar daerah menjadi potensi yang bisa dikembangkan.
Persoalannya, potensi tersebut masih perlu dikonsolidasikan agar tidak berjalan sendiri-sendiri.
“Kita punya banyak pengusaha hebat. Kita punya produk, kreativitas dan sumber daya manusia. Persoalannya bagaimana semua potensi itu dikoneksikan. Di sinilah saya melihat KADIN harus mengambil peran,” katanya.
Dengan pengembalian berkas tersebut, Karim memastikan dirinya ikut dalam kontestasi Mukota V KADIN Kota Tasikmalaya.
Dukungan sejumlah asosiasi dan organisasi dunia usaha yang mengantarnya menjadi salah satu sinyal bahwa pertarungan kursi Ketua KADIN periode 2026-2031 mulai menghangat.
