Maulid Nabi dan Peringatan Kemerdekaan Jadi Satu Rangkaian, Padukan Cinta Rasul dan Menjaga Semangat Perjuanga

maulid nabi, hut ri ke-31
Wakil wali kota Diky Candra, bersama jamaah dan pengurus Pondok Pesantren Majelis Dzikir Terapi dalam kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dirangkaikan dengan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Minggu (30/8/2026). (Foto: Diskominfo Kota Tasikmalaya)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID–Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini jatuh pada bulan Agustus sehingga menjadi satu rangkaian dengan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Hal ini menjadikan bulan ini momen perpaduan semangat kecintaan kepada Rasulullah serta perjuangan pahlawan kemerdekaan.

‎‎Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd. Diky Candra Negara saat menghadiri kegiatan yang digelar Pondok Pesantren Majelis Dzikir Terapi Kota Baru Cibeureum, Minggu (30/8/2026).

‎‎Diky mengapresiasi jajaran Pondok Pesantren Majelis Dzikir Terapi yang menyatukan kegiatan keagamaan dan kebangsaan dalam satu momentum. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW, tetapi juga menumbuhkan rasa syukur atas kemerdekaan Indonesia.

Baca Juga:DPP CBN Mendesak Pemkot Tasikmalaya Evaluasi Pajak MBLBKondusivitas Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi, Kadin Kota Tasikmalaya Minta Masyarakat Bijak Menyikapi Informasi

“Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Pondok Pesantren Majelis Dzikir Terapi yang telah menyelenggarakan kegiatan keagamaan dan kebangsaan secara bersama-sama,” ujarnya.

‎Ia menilai keteladanan Nabi Muhammad SAW dan semangat perjuangan para pahlawan memiliki nilai yang relevan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Ini menjadi momentum yang baik untuk meningkatkan kecintaan kita kepada Rasulullah SAW sekaligus menumbuhkan semangat nasionalisme dan rasa syukur atas kemerdekaan Republik Indonesia,” katanya.

‎Diky berharap kegiatan serupa terus tumbuh di tengah masyarakat. Pemkot Tasikmalaya, lanjut dia, akan mendukung berbagai kegiatan yang mendorong penguatan keimanan, persatuan, gotong royong dan kebersamaan.

“Semangat keteladanan dan perjuangan itu harus kita wujudkan dalam kehidupan sehari-hari untuk membangun Kota Tasikmalaya yang religius dan berkarakter,” pungkasnya.(Firgiawan)

0 Komentar