Sabatini: Juventus Akan Jadi Ujian Sesungguhnya bagi AC Milan

AC Milan
Skuad AC Milan  Foto: Tangkapan layar Instagram@acmilan 
0 Komentar

RADARTASIK.ID – AC Milan mengawali Serie A 2026/2027 dengan hasil sempurna.

Dua pertandingan, dua kemenangan, dan enam poin berhasil dikumpulkan Rossoneri setelah menundukkan Venezia 2-0 di San Siro.

Meski begitu, jurnalis senior Italia Sandro Sabatini mengingatkan bahwa Milan belum boleh terlena.

Baca Juga:AC Milan Tumbangkan Venezia 2-0: Goncalo Ramos Berkah Sekaligus Kutukan Bagi RossoneriLeao Menangis Tinggalkan AC Milan: Ini Bukan Cinta Terakhir

Menurutnya, kemenangan atas Venezia memang membawa Rossoneri ke puncak klasemen sementara, tetapi ujian sebenarnya akan datang ketika menghadapi Juventus.

Dalam kolom editorialnya di Calciomercato, Sabatini menilai kemenangan Milan merupakan kabar terbaik dari pertandingan yang sebenarnya berlangsung cukup sulit dan kontroversial.

“Milan menang dan melesat ke puncak klasemen. Setelah baru dua pertandingan, memang belum semuanya bisa disimpulkan, tetapi itu juga bukan pencapaian kecil. Di masa lalu, Milan pernah berada dalam situasi yang jauh lebih buruk,” tulis Sabatini.

Menurutnya, skor akhir 2-0 tidak sepenuhnya menggambarkan jalannya pertandingan. Milan harus bekerja keras sebelum akhirnya mampu memecah kebuntuan melalui Gonçalo Ramos.

Striker Portugal tersebut bahkan sempat membuat frustrasi karena membuang sejumlah peluang emas.

“Gol adalah kabar terbaik dari pertandingan yang sebenarnya cukup berat dan kontroversial. Sampai mencetak gol, Gonçalo Ramos melakukan hampir semua kesalahan yang bisa dilakukan seorang striker. Tetapi sepak bola memang seperti itu. Ketika Anda paling tidak mengharapkannya, kejutan datang,” bebernya.

Ramos akhirnya mencetak gol pada menit ke-69 melalui penyelesaian kaki kiri setelah menerima umpan Alexis Saelemaekers.

Baca Juga:Amorim Beri Sinyal Rafael Leao Tinggalkan AC Milan: “Ada Saatnya Lebih Baik Pergi” Prediksi AC Milan vs Venezia: Tim Tamu Cuma Pernah Menang Sekali pada 1942

Gol tersebut mengubah suasana pertandingan sekaligus membuat kesalahan-kesalahan Ramos sebelumnya seolah terlupakan.

Sabatini bahkan memberikan permainan kata menarik untuk menggambarkan perubahan sang striker.

Setelah mencetak gol, Gonçalo Ramos berubah menjadi “GOLçalo”, merujuk pada kemampuannya menjadi penentu kemenangan Milan.

Ekspektasi terhadap Ramos memang sangat tinggi. Selain statusnya sebagai ujung tombak utama, harga transfer yang mencapai lebih dari €70 juta atau sekitar Rp1,4 triliun membuat setiap sentuhan bola sang striker berada di bawah sorotan.

Menurut Sabatini, beban harga tersebut ikut membuat tekanan terhadap Ramos semakin besar.

Namun, sang striker menunjukkan karakter penting seorang bomber. Ketika Milan membutuhkan gol paling krusial, Ramos justru mampu memanfaatkan peluang yang paling sulit.

0 Komentar