Sabatini juga memberikan penilaian terhadap sejumlah pemain Milan.
Mike Maignan tidak terlalu banyak mendapatkan pekerjaan. Kiper asal Prancis itu hanya sekali harus melakukan penyelamatan penting dengan tangannya, tetapi cukup untuk menggagalkan peluang Venezia pada babak pertama.
Mario Gila kembali tampil tenang di lini belakang. Ia mampu membatasi sejumlah serangan Venezia, sementara Koni De Winter juga menjalankan tugasnya dengan baik untuk mengatasi beberapa celah yang muncul di pertahanan Milan.
Dari lini belakang, Strahinja Pavlovic juga mendapatkan perhatian. Ia beberapa kali menjadi pemain yang memulai serangan dari area pertahanan.
Baca Juga:AC Milan Tumbangkan Venezia 2-0: Goncalo Ramos Berkah Sekaligus Kutukan Bagi RossoneriLeao Menangis Tinggalkan AC Milan: Ini Bukan Cinta Terakhir
Sabatini menilai performa Milan memang belum sempurna, tetapi para pemain belakang mampu menjaga tim tetap berada dalam posisi aman hingga akhirnya pertandingan berhasil dimenangkan.
Di lini tengah, Sabatini melihat penampilan Samuel Chukwueze masih belum konsisten.
Pemain asal Nigeria itu hanya sesekali terlihat memberikan pengaruh dalam permainan. Meski demikian, ia tetap melakukan satu aksi penting ketika berhasil menghentikan serangan berbahaya Venezia.
Yunus Musah juga dinilai tampil dengan energi besar, tetapi masih terlalu sering melakukan kesalahan.
Musah memang sempat memberikan ancaman dengan tembakannya yang mengenai mistar pada awal babak kedua.
Akan tetapi, Sabatini menilai peluang tersebut lebih tepat disebut sebagai peluang yang gagal dimanfaatkan daripada sekadar kesialan.
Sementara itu, Luka Modric disebut tampil cukup biasa dan cenderung kurang bersinar.
Baca Juga:Amorim Beri Sinyal Rafael Leao Tinggalkan AC Milan: “Ada Saatnya Lebih Baik Pergi” Prediksi AC Milan vs Venezia: Tim Tamu Cuma Pernah Menang Sekali pada 1942
Gelandang veteran asal Kroasia tersebut dianggap sedikit kesulitan menghadapi tempo pertandingan yang berlangsung cepat dan terkadang terlalu terbuka.
Di sisi kiri, Davide Bartesaghi juga belum menunjukkan penampilan spektakuler. Meski begitu, ia melakukan penyelamatan penting ketika membantu Milan mencegah peluang Venezia saat Maignan sudah keluar dari posisinya.
Sabatini memberikan penilaian menarik terhadap Ruben Loftus-Cheek.
Menurutnya, pemain Inggris itu memiliki hampir semua modal fisik yang dibutuhkan seorang pemain top: tubuh kuat, tenaga, dan kecepatan.
Masalahnya, kualitas tersebut lebih sering terlihat sebagai potensi daripada benar-benar konsisten muncul di pertandingan.
“Memiliki dua nama keluarga, tetapi masih setengah jadi,” tulis Sabatini menggambarkan Loftus-Cheek.
