RADARTASIK.ID – Rafael Leao akhirnya mengakhiri perjalanan panjangnya bersama AC Milan setelah tujuh tahun berseragam Rossoneri.
Pemain asal Portugal itu hadir di San Siro untuk menyaksikan langsung pertandingan AC Milan sekaligus memberikan salam perpisahan kepada rekan-rekan setimnya sebelum resmi melanjutkan karier ke Turki bersama Galatasaray.
Momen perpisahan tersebut berlangsung emosional. Leao bahkan tak mampu menahan air matanya ketika harus meninggalkan klub yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya.
Baca Juga:Amorim Beri Sinyal Rafael Leao Tinggalkan AC Milan: “Ada Saatnya Lebih Baik Pergi” Prediksi AC Milan vs Venezia: Tim Tamu Cuma Pernah Menang Sekali pada 1942
AC Milan sendiri menutup pertandingan dengan kemenangan dan mencatat start sempurna di Serie A.
Rossoneri meraih dua kemenangan dari dua pertandingan, salah satunya berkat gol pertama Gonçalo Ramos di kompetisi Italia.
Di tengah kemenangan 2-0 atas Venezia tersebut, perhatian juga tertuju kepada Leao yang berada di tribun San Siro.
Bagi pemain berusia 27 tahun itu, pertandingan tersebut menjadi kesempatan terakhir menyaksikan AC Milan secara langsung sebelum benar-benar meninggalkan klub.
Seusai pertandingan, Leao turun ke ruang ganti untuk berpamitan kepada para pemain dan staf yang selama tujuh tahun menjadi bagian dari kehidupannya.
Transfer menuju Galatasaray kini telah rampung. AC Milan disebut akan menerima sekitar €45 juta atau sekitar Rp900 miliar dari kepindahan Leao, ditambah klausul 20 persen dari keuntungan penjualan berikutnya.
Sementara itu, Leao akan mendapatkan kontrak dengan bayaran sekitar €12 juta atau Rp240 miliar per musim, terdiri dari €10 juta gaji tetap dan bonus.
Baca Juga:Ludi Pastikan Como Tunda Rekrut Samuele Ricci: Belum Ada yang KonkretJadwal Como di Liga Champions: Jamu PSG dan Manchester United di Kandang, Hadapi Barcelona di Laga Tandang
Setelah pertandingan, Leao kemudian menemui awak media di mixed zone dan mengungkapkan perasaannya mengenai keputusan meninggalkan Milan.
Leao mengakui perpisahan tersebut bukanlah sesuatu yang mudah baginya.
“Ini adalah momen yang sulit. Saya mengucapkan selamat tinggal kepada rekan-rekan setelah tujuh tahun bersama mereka. Mereka selalu membantu saya berkembang dan memahami apa arti bermain di level tinggi serta mewakili klub besar seperti Milan,” ujar Leao.
Menurutnya, perpisahan idealnya bisa dilakukan dengan cara berbeda. Ia berharap masih memiliki kesempatan untuk mengucapkan salam terakhir kepada suporter dari atas lapangan.
“Saya sebenarnya ingin mengucapkan selamat tinggal dengan cara yang berbeda. Saya ingin sekali berada di lapangan sekali lagi di depan para suporter yang telah banyak membantu saya, terutama ketika berada dalam situasi sulit,” katanya.
