Leao pun kembali menegaskan bahwa dirinya akan tetap memberikan dukungan kepada Milan meski sudah berada di Turki.
“Saya akan melihat Milan dari jauh. Saya mendoakan yang terbaik untuk mereka,” ucapnya.
Ketika ditanya apakah dirinya menangis saat meninggalkan Milan, Leao tidak menutupinya.
“Ya, saya banyak menangis. Itu normal. Emosi memang ada,” ungkapnya.
Baca Juga:Amorim Beri Sinyal Rafael Leao Tinggalkan AC Milan: “Ada Saatnya Lebih Baik Pergi” Prediksi AC Milan vs Venezia: Tim Tamu Cuma Pernah Menang Sekali pada 1942
Bagi Leao, tujuh tahun bukan waktu yang singkat. Milan menjadi klub tempat dirinya berkembang dari pemain muda penuh potensi menjadi salah satu pemain Portugal yang dikenal di level Eropa.
Kini, babak tersebut resmi berakhir. Leao akan memulai petualangan baru bersama Galatasaray, sementara AC Milan melanjutkan era baru bersama Amorim.
Meski seragamnya berganti, Leao memastikan satu hal: cintanya kepada AC Milan tidak akan pernah berakhir.
“Milan akan terus melakukan hal-hal hebat untuk para suporternya. Yang penting Milan tetap berada di level teratas dan terus menang. Saya mendoakan yang terbaik,” pungkasnya.
