Menunggu Gelombang Surut, Proses Evakuasi Tongkang dan Limbah Batu Bara di Pangandaran Terkendala Cuaca

evakuasi kapal tongkang batu bara pangandaran,
Lokasi pesisir yang menjadi akses menuju kapal tongkang yang masih belum bisa dievakuasi karena terhambat cuaca buruk, Jumat (28/8/2026). (Foto: Deni Nurdiansah/Radar Tasikmalaya)
0 Komentar

PANGANDARAN, RADARTASIK.ID – Proses evakuasi ribuan ton batu bara dan tong­kang Nautica 22 di perbatasan Batuhiu-Karangtirta belum juga selesai. Pelaksana lapangan menyebut kondisi cuaca menjadi kendala proses evakuasi.

­Koordinator Lapangan PT Lion Marine Salvage Teguh Boby Alamsyah mengata­kan pihaknya harus mempertimbangkan kondisi cuaca. Pasalnya hal tersebut berkaitan dengan keselamatan pekerja yang akan melakukan evakua­si ke lokasi tongkang.

”Kami harus menunggu kon­disi air surut terendah dan gelombang yang kecil un­tuk sampai ke lokasi tong­kang,” ujarnya Jumat (27/8/2026).

Baca Juga:DPP CBN Mendesak Pemkot Tasikmalaya Evaluasi Pajak MBLBKondusivitas Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi, Kadin Kota Tasikmalaya Minta Masyarakat Bijak Menyikapi Informasi

Menurut dia, proses eva­kua­si juga melibatkan warga setempat dan anggota lifeguard yang memahami ka­rakteristik gelombang di per­airan Pantai Cibenda.

Untuk sementara, kata dia, evakuasi batu bara dila­kukan secara manual menggunakan perahu dan jaring. Dimana Perahu diberangkatkan dari Pantai Pangandaran menuju lokasi tongkang di perairan tersebut.

Boby menuturkan, tim men­coba mengangkat batu bara yang masih mengendap di sekitar bangkai tongkang, akan tetapi hasil yang diperoleh relatif sedikit.

”Kemarin hasil pengang­katan masih dalam jumlah yang sangat terbatas, sekitar beberapa kilogram saja. Kon­disi gelombang dan arus yang tinggi menjadi kendala utama sehingga proses eva­kuasi belum dapat dilakukan secara optimal,” katanya.

Selain kondisi cuaca, proses evakuasi juga dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi terumbu karang di sekitar lokasi.

“Tim berupaya agar kegiatan pengangkatan batu bara dan bangkai tong­kang tidak menimbulkan ke­rusakan lebih lanjut terha­dap ekosistem laut,” ucapnya.

Dia menegaskan, proses evakuasi akan terus dilanjutkan, dengan menyesuai­kan kondisi gelombang dan pasang surut air laut.(Deni Nurdiansah)

0 Komentar