PANGANDARAN, RADARTASIK.ID – Proses evakuasi ribuan ton batu bara dan tongkang Nautica 22 di perbatasan Batuhiu-Karangtirta belum juga selesai. Pelaksana lapangan menyebut kondisi cuaca menjadi kendala proses evakuasi.
Koordinator Lapangan PT Lion Marine Salvage Teguh Boby Alamsyah mengatakan pihaknya harus mempertimbangkan kondisi cuaca. Pasalnya hal tersebut berkaitan dengan keselamatan pekerja yang akan melakukan evakuasi ke lokasi tongkang.
”Kami harus menunggu kondisi air surut terendah dan gelombang yang kecil untuk sampai ke lokasi tongkang,” ujarnya Jumat (27/8/2026).
Baca Juga:DPP CBN Mendesak Pemkot Tasikmalaya Evaluasi Pajak MBLBKondusivitas Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi, Kadin Kota Tasikmalaya Minta Masyarakat Bijak Menyikapi Informasi
Menurut dia, proses evakuasi juga melibatkan warga setempat dan anggota lifeguard yang memahami karakteristik gelombang di perairan Pantai Cibenda.
Untuk sementara, kata dia, evakuasi batu bara dilakukan secara manual menggunakan perahu dan jaring. Dimana Perahu diberangkatkan dari Pantai Pangandaran menuju lokasi tongkang di perairan tersebut.
Boby menuturkan, tim mencoba mengangkat batu bara yang masih mengendap di sekitar bangkai tongkang, akan tetapi hasil yang diperoleh relatif sedikit.
”Kemarin hasil pengangkatan masih dalam jumlah yang sangat terbatas, sekitar beberapa kilogram saja. Kondisi gelombang dan arus yang tinggi menjadi kendala utama sehingga proses evakuasi belum dapat dilakukan secara optimal,” katanya.
Selain kondisi cuaca, proses evakuasi juga dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi terumbu karang di sekitar lokasi.
“Tim berupaya agar kegiatan pengangkatan batu bara dan bangkai tongkang tidak menimbulkan kerusakan lebih lanjut terhadap ekosistem laut,” ucapnya.
Dia menegaskan, proses evakuasi akan terus dilanjutkan, dengan menyesuaikan kondisi gelombang dan pasang surut air laut.(Deni Nurdiansah)
