PANGANDARAN, RADARTASIK.ID-Mantan Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata minta rencana hibah tanah ke kampus Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung, untuk dikaji kembali. Jangan sampai aset yang tidak murah tersebut pada akhirnya tidak memberikan manfaat maksimal untuk masyarakat.
​Ia meminta Pemkab dan DPRD Pangandaran tidak terburu-buru menyetujui rencana tersebut dan mendesak agar langkah ini ditunda terlebih dahulu.
​Jeje menilai pemerintah daerah seharusnya memprioritaskan penyelesaian dan evaluasi komprehensif terhadap kampus-kampus yang sudah lebih dulu berdiri di Pangandaran, seperti PSDKU dan IAIN.
Baca Juga:Kondusivitas Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi, Kadin Kota Tasikmalaya Minta Masyarakat Bijak Menyikapi InformasiJenggot Putih Yanto Oce!
​”Selesaikan dulu persoalan kampus yang sudah ada, seperti Unpad dan IAIN. Itu kan belum selesai. Bagaimanakah komitmennya, bagaimana kontribusinya terhadap peningkatan akses dan indeks pendidikan warga Pangandaran,” katanya dalam keterangan Kamis (27/8/2026).
​Selain berkoordinasi dengan legislatif, Jeje menyarankan agar Bupati Pangandaran membuka ruang diskusi yang lebih luas dengan para pemangku kepentingan pendidikan dan elemen masyarakat setempat sebelum mengambil keputusan strategis.
​”Selain dengan DPRD, Bupati mestinya ajak juga dialog dan minta saran pendapat dari Dewan Pendidikan, presidium, tokoh-tokoh pendidikan, serta tokoh masyarakat,” ujarnya.
​Jeje menekankan pentingnya kajian mendalam mengenai produktivitas perguruan tinggi yang ada sebelum menambah fasilitas baru. Pemkab perlu menghitung secara presisi persentase anak-anak asli Pangandaran yang terserap di kampus-kampus tersebut.
​”Jangan hanya mengejar kuantitas atau jor-joran menambah perguruan tinggi baru, sementara anak-anak kita sendiri tidak mendapatkan manfaat optimal. Untuk apa perguruan tinggi banyak kalau kontribusinya terhadap akses pendidikan warga lokal masih minim?” katanya.
​Mengenai alokasi lahan 30 hektar, Jeje mengingatkan agar pemanfaatan aset daerah disesuaikan dengan skala prioritas dan kebutuhan primer masyarakat Pangandaran yang berjumlah sekitar 415 ribu jiwa.
​”Jumlah penduduk kita sekitar 415 ribu jiwa. Lahan puluhan hektar itu sangat berharga dan masih banyak kebutuhan primer masyarakat yang perlu dipenuhi. Kalau hasil kajian nanti menyatakan perlu dan siap, baru kita mendukung. Tapi sekarang, kaji dulu dengan benar dan matang,” ucapnya.(Deni Nurdiansah)
