Guendouzi Picu Keributan Duel Lyon vs Fenerbahce: 20 Pemain dan Staf Saling Pukul di di Lorong Stadion 

Matteo Guendouzi
Matteo Guendouzi  Foto: Tangkapan layar X 
0 Komentar

Bukan hanya Guendouzi yang berpotensi terkena hukuman. Sejumlah pemain dan staf dari kedua klub juga dapat diperiksa terkait insiden yang terjadi setelah pertandingan.

Situasi ternyata belum berakhir ketika kedua tim meninggalkan lapangan.

Saat para pemain menuju ruang ganti, beberapa pemain dari Lyon dan Fenerbahce kembali terlibat kontak di lorong stadion. Ruang yang sempit membuat situasi dengan cepat berubah menjadi keributan besar.

Sejumlah video yang beredar di media sosial memperlihatkan ketegangan tinggi. Lebih dari 20 pemain dan anggota staf disebut terlibat dalam kericuhan tersebut.

Baca Juga:Daftar Pemain Incaran AC Milan untuk Gantikan Leao: Dari Alvyn Sanches hingga Ethan NwaneriRafael Leao Selangkah Lagi Gabung Galatasaray: Ditawari Paket Gaji Hingga Rp240 Miliar

Dorong-dorongan berubah menjadi aksi saling pukul dan kejar-kejaran. Beberapa anggota staf berusaha melerai, tetapi suasana tetap sulit dikendalikan.

Dalam insiden tersebut nama yang paling disorot selain Guendouzi adalah mantan pemain Juventus, Loïs Openda.

Dalam salah satu rekaman, Openda terlihat memeriksa luka di wajahnya yang diduga muncul setelah terkena benturan dengan pemain lawan.

Keributan di lorong stadion membuat pertandingan yang sebenarnya sudah selesai berubah menjadi malam penuh kontroversi bagi kedua tim.

Di balik kericuhan tersebut, Lyon harus menerima kenyataan bahwa perjalanan mereka menuju Liga Champions berakhir.

Setelah bermain imbang pada leg pertama di Turki, Lyon yang dilatih Paulo Fonseca justru menelan kekalahan 1-2 ketika tampil di hadapan pendukung sendiri.

Fenerbahce tampil efektif dan mampu mencetak dua gol pada babak pertama. Muriqi dan Brown membawa tim tamu unggul sehingga Lyon berada dalam situasi sulit.

Baca Juga:Como Tawar Moise Kean Rp800 Miliar, Paratici: Fiorentina Tak Perlu Jual PemainJurnalis Italia: Gasperini dan Sarri Terlahir Kembali Bersama AS Roma dan Atalanta

Pada babak kedua, Lyon berusaha bangkit. Malick Fofana, pemain yang pernah menjadi incaran AS Roma, memperkecil ketertinggalan melalui gol spektakuler dan membuat pertandingan kembali terbuka.

Lyon sebenarnya sempat mencetak gol tambahan melalui Openda dan Boudache. Akan tetapi, kedua gol tersebut dianulir sehingga tuan rumah gagal menyamakan kedudukan.

Fenerbahce akhirnya mampu mempertahankan keunggulan hingga pertandingan berakhir.

Dengan kemenangan tersebut, Fenerbahce lolos dengan agregat 3-2 dan memastikan tempat di fase liga Liga Champions 2026/2027.

Kelolosan ini juga memiliki arti penting bagi Fenerbahce. Klub Turki tersebut kembali tampil di Liga Champions setelah penantian panjang. Terakhir kali mereka bermain di kompetisi tersebut adalah pada musim 2008/2009.

0 Komentar